Dihantam Pandemi, Pendapatan Pajak Kendaraan Di Jabar Babak Belur

Anggota Komisi III DPRD Jabar, Pepep Saepul Hidayat/Net
Anggota Komisi III DPRD Jabar, Pepep Saepul Hidayat/Net

Komisi III DPRD Jawa Barat sudah angkat tangan terkait target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2020. Pasalnya, penyumbang pendapatan terbesar Jabar yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) baru 50 persen lebih hingga triwulan III 2020.


Anggota Komisi III DPRD Jabar, Pepep Saepul Hidayat mengungkapkan, pendapatan PKB per 30 September 2020 baru menyentuh 59 persen. Sedangkan 2020 hanya menyisakan tiga bulan hingga Desember.

"Berarti hitungannya 3 bulan, dan Desember terpotong libur panjang. Jadi kisaran estimasi akhir tahun itu 70 persen total tercapainya," kata Pepep saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (20/10).

Pepep mengakui, pandemi menjadi persoalan yang mempengaruhi masyarakat untuk membayar pajak. Ketika perekonomian secara makro tidak bergerak ke arah yang lebih baik, maka kemampuan daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru juga menurun.

Bahkan, pajak yang seharusnya didapatkan dari kendaraan baru bisa saja tidak terserap optimal. Lantaran masayarakat menunggu kepastian pemerintah soal pajak mobil baru yang diturunkan hingga 0 persen.

"Isu pajak 0 persen kendaraan baru, itu cukup mempengaruhi masyarakat. Nunggu aja pajaknya 0 persen," bebernya.

Pepep berharap, penolakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) soal wacana pajak nol persen mobil baru, ditambah program triple untung dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar, tetap bisa mendongkrak PKB. Lebih jauh, dalam kurun waktu dua bulan terakhir bisa meningkat.

"Minimal terpenuhi target bulanan, kalau akumulatif per tahun saya yakin kita berat," tandasnya.