Din Syamsuddin: Wahai Penguasa Segeralah Bertaubat!

Din Syamsuddin/Repro
Din Syamsuddin/Repro

Pemerintah telah mengelurakan serangkaian kebijakan yang kontroversial dan mengabaikan kepentingan rakyat. Tak hanya UU Cipta kerja yang saat ini memicu demonstrasi besar-besaran di tanah air, UU Minerba, UU BPIP dan Perppu Corona pun demikian.


Diungkapkan mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, fenomena ini menunjukan bila para pemegang amanah kekuasaan telah lupa diri, besikap sombong, mengabaikan kepentingan rakyat.

“ Segera bertobat, jangan mentang-mentang lagi berkuasa,” katanya mengingatkan saat jadi pembicara di acara Diskusi virtual kantor Berita Politik RMOL dengan tema “Surat Pak Din Untuk Presiden Jokowi”, Kamis (8/10).

Menurutnya, gerakan Aksi mahasiswa dan buruh menolak UU Ciptaker jadi bukti bila kebijakan tersebut bertentangan dengan aspirasi rakyat. Ia menilai, dengan meloloskan kebijakan itu pemerintah dan DPR telah melanggar nilai-nilai moral dan mencederai amanat rakyat.

Saat diminta membandingkan gerakan mahasiswa dan buruh kali ini dengan aksi serupa pada tahun 1998, Din mengku punya firasat bila gerakan mahasiswa dan buruh kali ini memiliki energi yang lebih kuat dan bisa berubah jadi gerakan yang tak terbendungkan jika pemerintah mengabaikannya.

“Ini memprihatinkan, eskalasinya juga cepat. Bukan lagi per hari tapi juga per jam,” katanya.

Menurutnya aksi demonstrasi para buruh dan mahasiswa yang saat ini sedang marak di tanah air seperti fenomena gunung es. Ada kekuatan besar masyarakat yang menentang kebijakan pemerintah.

“Tadi saya juga menerima informasi adik-adik IMM melakukan aksi serempak di berbagai kota,” sebutnya.

“Apalagi kemarin muncul isu neo komunisme. Saya gak tahu apa yang akan terjadi di hari-hari kedepan,”lanjutnya.

Mantan Waki Ketua Umum MUI ini pun menyampaikan, penolakan-penolakan dan aksi demonstrasi rakyat terhadap, UU Cipteker, UU BPIP, UU Minerba dan Perppu Corona seperti peringatan dari Tuhan agar para pemegang amanah kekuasaan segera bertaubat sebelum azab pedih menjemput.

Namun demikian Din tak yakin para pemegang amanah kekuasaan akan menyadari hal itu. Kata Din, intuisinya berkata bila Tuhan sudah menyiapkan skenario untuk bangsa ini.

“Ini seperti Dilalah, Sunatullah,” cetusnya.

Terlepas dari intuisinya, Din tetap berharap aspirasi masyarakat  dapat direspon dengan solusi dari terbaik dari pemerintah.

Ia mengingatkan aparat keamanan lebih berhati-hati mengantisipasi gerakan ini dan mengutamakan solusi Damai.

“Jangan gunakan senjata dari uang rakyat,” pungkas Chairman, World Peace Forum ini.