Dongkrak Perekonomian Kota Bandung, Pasar Kreatif Bakal Jadi Agenda Tahunan

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat meninjau Pasar Kreatif di kawasan Cihampelas/RMOLNetwork
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat meninjau Pasar Kreatif di kawasan Cihampelas/RMOLNetwork

Pasar Kreatif dinilai mampu membangkitkan sektor ekonomi di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, Pemkot Bandung berencana menjadikan Pasar Kreatif sebagai agenda tahunan.


Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menerangkan, pihaknya akan mengevaluasi terlebih dahulu penyelenggaraan Pasar Kretaif di tahun ini, sebelum menjadikannya sebagai agenda tahunan di Kota Bandung.

“Mungkin nanti akan dievaluasi terlebih dulu oleh dinas terkait. Sebetulnya saya lihat ini salah satu upaya yang baik untuk peningkatan UKM,” ujar Yana saat meninjau Pasar Kreatif di Cihampelas Walk, Senin (19/10).

Menurut Yana, Pemkot bandung memang terus berupaya mendorong para pelaku usaha kecil, dan menengah (UKM) terus berkembang. Salah satunya dengan membina dan memberikan kesempatan untuk memasarkan produknya. 

“Ini salah satu upaya dari Pemkot Bandung untuk membantu UKM-UKM binaan menampilkan produk-produknya,” tutur Yana.

Yana berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan nilai transaksi jual beli yang signifikan bagi pelaku usaha di Kota Bandung.

“Saya minta masyarakat untuk membeli hasil produk-produk UKM karena dengan begitu bisa membantu meningkatkan perekonomian lokal,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Elly Wasliah mengungkapkan pelaksanaan Pasar Kreatif mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat Kota Bandung.

“Hasilnya diluar dugaan kami, Terbukti dari 7 mal omzetnya sudah mencapai Rp1,44 Miliar,” ungkap Elly.

Elly mengungkapkan, selama penyelenggaraan Pasar Kreatif melibatkan 288 pelaku usaha. Hasilnya ternyata sangat positif dan mampu mendongkrak perekonomian Kota Bandung.

Oleh karenanya, Elly mengaku siap jika Pasar Kreatif menjadi agenda tahunan Kota Bandung. Bahkan jika memungkinkan akan menambah lokasi penyelenggaraannya.

“Karena pelaksanaannya Disdagin bekerja sama dengan Dekranasda dan Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan kita akan melakukan evaluasi. Insyaallah jika memungkinkan mallnya akan bertambah dan pelaku usahanya akan bertambah,” harapnya.

“Sebanyak 288 UKM binaan bisa mengikuti acara ini secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Mereka hanya membawa produk-produknya," tuturnya.

Diketahui, Pasar Kreatif di Cihampelas Walk adalah lokasi terakhir. Kegiatan perekonomian tersebut bakal berlangsung hingga 25 Oktober mendatang.

Sebelumnya, Pasar Kreatif juga digelar di sejumlah mal lainnya. Di antaranya di Paris Van Java (4-13 September), Bandung Electronik center (4-13 September), 23 Paskal Shopping Center (11-20 September), Trans Studio Mall (11-20 September).

Selain itu juga, Istana Plaza (18-27 September), Bandung Indah Plaza (25 September-4 Oktober), Kings Shopping Center (2-11 Oktober), dan Festival City Link (9-18 Oktober).