Dua Pekan Operasi Yustisi, Petugas Jaring 21.646 Pelanggar Protokol Kesehatan

Operasi Penegakan Disiplin/Ist
Operasi Penegakan Disiplin/Ist

Sebanyak 21.646 orang pelanggar terjaring dalam Operasi Yustisi Protokol Kesehatan yang digelar oleh petugas gabungan Polresta Cirebon, Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Satpol PP Kabupaten Cirebon, dan lainnya. Mereka terjaring dalam operasi yustisi yang dilakukan selama kurang lebih dua pekan, tepatnya sejak 14 hingga 27 September 2020.


Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi melalui Kasubbag Humas Polresta Cirebon IPTU Suwito mengatakan, sanksi yang berikan kepada para pelanggar yang terjaring di antaranya, mulai dari sanksi teguran, sanksi sosial, hingga sanksi administrasi berupa denda maksimal Rp100 ribu.

"Para pelanggar tersebut terjaring operasi yustisi baik tingkat Polresta Cirebon maupun Polsek jajaran, karena setiap harinya 27 Polsek jajaran Polresta Cirebon juga menggelar operasi yustisi bersama TNI dan Satpol PP," ujar IPTU Suwito, Senin (28/9).

Ia mengatakan, dari total jumlah pelanggar yang terjaring, ada 20.590 orang yang diberi sanksi teguran lisan. Selain itu, terdapat 106 pelanggar yang diberi sanksi teguran tertulis karena kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Petugas juga memberikan sanksi sosial berupa mengucapkan Pancasila kepada 644 pelanggar dan sanksi fisik seperti push up serta menyapu jalanan terhadap 231 orang yang terjaring.

Setelah diberikan sanksi, mereka juga diingatkan mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan setiap saat. Di antaranya, selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

"Untuk sanksi administrasi berupa denda maksimal Rp100 ribu diberikan kepada 75 pelanggar dan berhasil mengumpulkan Rp 1.940.000. Uang tersebut langsung disetorkan untuk kas daerah," kata IPTU Suwito.

Suwito mengatakan, rata-rata bentuk pelanggaran yang dilakukan warga yang terjaring operasi yustisi tersebut ialah tidak mengenakan masker. Namun, pada dasarnya mereka telah membawa masker tetapi tidak mengenakannya dengan benar seperti digantung di dagu atau hanya disimpan di saku celana dan tas.

Karenanya, pelanggar yang disanksi denda maksimal Rp100 ribu adalah mereka yang benar-benar tidak membawa masker. Jika warga yang membawa masker tetapi tidak mengenakannya, petugas memberikan sanksi sosial.

"Operasi yustisi di pekan kedua tidak ada pelanggar yang disanksi denda karena mereka membawa masker tapi tidak mengenakannya. Hasil operasi ini juga akan dilaporkan untuk bahan evaluasi bersama Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon," ujar IPTU Suwito.

Pihaknya berharap, kesadaran masyarakat Kabupaten Cirebon meningkat dalam mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Cirebon selalu mematuhi protokol kesehatan kapanpun dan di manapun.