Dua Ponpes Besar di Cirebon Sokong Gus Shofy Melenggang ke Senayan

Deklarasi tim sukses Muhammad Shofy/RMOLJabar
Deklarasi tim sukses Muhammad Shofy/RMOLJabar

Muhammad Shofy alias Gus Shofy mendapat dukungan penuh dari dua pondok pesantren (ponpes) besar di Kabupaten Cirebon.


Dua pesantren tersebut yakni Ponpes Kiai Haji Aqiel Siroj (KHAS) Kempek dan Ponpes Kempek yang menyatakan dukungan terhadap Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang maju di Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Jawa Barat (Jabar). 

Pesantren-pesantren tersebut diakui memiliki puluhan ribuan santri dan ratusan ribu alumni yang tersebar di berbagai daerah.

Dukungan penuh itu sudah langsung dideklarasikan oleh masing-masing kedua Pengasuh Ponpes ini yakni KH. Muhammad Musthofa Aqiel dan KH. Muhammad Nawawi Oemar.

Dalam membacakan surat pernyataan dukungan di hadapan puluhan tim sukses, santri dan alumni Ponpes Kempek dan Ponpes KHAS Kempek, Kiai Nawawi mengajak agar semua santri dan alumni dari kedua ponpes ini, mendukung dan memilih Muhammad Shofy pada Pileg 2024 nanti.

"Dengan demikian, kepada seluruh santri dan alumni, saya minta kepada kalian semua, agar pada Pileg 2024 untuk Dapil VIII Jabar pilih anak saya, Muhammad Shofy," ungkap Kiai Nawawi, Minggu (24/9).

Kiai Nawawi yang juga merupakan mertua dari Muhammad Shofy, mengasuh pondok pesantren yang berdiri ratusan tahun lalu. Dan sejak jauh-jauh hari sudah memberikan restu kepada menantunya tersebut untuk maju menjadi DPR RI pada Pileg 2024 nanti.

Senada, Pengasuh Ponpes KHAS Kempek, KH. Muhammad Musthofa Aqiel Siradj menceritakan bagaimana sosok Muhammad Shofy yang merupakan anak kandungnya itu maju sebagai calon DPR RI Dapil VIII Jabar di Pileg.

Berawal dari beberapa Pengurus DPW PPP Jabar yang meminta agar anaknya itu maju di DPR RI. Awalnya, dirinya mengaku tidak langsung menyetujui, karena harus ada restu dari Kiai Nawawi.

"Jika Kiai Nawawi memberi restu, maka kami setuju anak kami maju di DPR RI Dapil VIII Jabar. Dan Alhamdulillah, Kang Em (sebutan untuk Kiai Nawawi, Red) merestuinya. Asal jangan meninggalkan pondok pesantren," pungkasnya.