Ekonomi Kreatif Perlu Kolaborasi Semua Pihak Agar Semakin Bergeliat

Stafsus Presiden, Putri Tanjung (kedua kiri)/Ist
Stafsus Presiden, Putri Tanjung (kedua kiri)/Ist

Beragam inovasi para pelaku industri kreatif di Kota Bandung yang ditunjang ekosistem kreatif dan kolaboratif, membuat Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Putri Tanjung terkagum.


Menurutnya, para pelaku industri kreatif di Kota Bandung memiliki inovasi dan ide kreatif yang luar biasa. 

Kekaguman tersebut diutarakan saat berdiskusi dengan para pelaku kreatif, akademisi dan Pemerintah Kota Bandung di Simpul Kreatif, Indonesia Creative City Network, Jl. Braga, Bandung, Kamis (10/6).

"Kota Bandung ini memiliki potensi yang sungguh luar biasa, makanya saya memilih kembali ke Bandung untuk menangkap energi kreatif selama beberapa hari ke depan," ujar Putri Tanjung.

Dia menilai, Bandung yang ditetapkan UNESCO sebagai salah satu kota kreatif dunia tidak hanya mampu menghasilkan para pelaku kreatif yang berlimpah. Sebab, mereka juga bisa berbicara dan memiliki tempat dalam percaturan ekonomi kreatif dunia.

"Kuncinya memang kolaborasi semua pihak membangun ekosistem yang mendukung ekonomi kreatif bergeliat," kata dia.

Putri mengaku senang bisa berdiskusi langsung dengan para pelaku kreatif. Bahkan bisa mencari tahu apa yang bisa dikolaborasikan agar ekosistem industri kreatif di Bandung sehat dan berkesinambungan.

Menurut Putri, pandemi Covid-19 membuat para pelaku kreatif lebih banyak di rumah dengan mengoptimalkan ruang digital online. Sedangkan, dari 64 juta pelaku UMKM, hanya 19 persen yang baru melek digital dan memanfaatkan ekosistem online.

"Di sinilah perlu dibangun ekosistem online dan offline, agar meningkatkan monetisasi yang berkesinambungan," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Fiki Satari mengatakan, keberadaan Putri Tanjung di Bandung merupakan upaya menyerap ide dan inovasi para pelaku industri kreatif.

Sebagai Stafsus Presiden, Fiki menilai Putri bisa menyuarakan aspirasi dari para pelaku di Bandung, serta aspirasi dari jejaring ICCN yang memiliki anggota di 224 kota/kabupaten seluruh Indonesia. 

"Diharapkan, aspirasi ini menjadi program konkret yang bersinergi antara pemerintah dan dan industri," ujar Fiki. 

Menurutnya, industri kreatif saat ini memerlukan ekosistem agar berkembang, yakni sinergi, kolaborasi lintas stakeholder. Para pelaku di daerah, terutama di Bandung, masih memiliki keterbatasan.

Dari keterbatasan inilah, pihaknya butuh menyuarakan agar menjadi program konkret yang diusulkan kepada presiden.

"Demikian juga dengan networking-nya Putri Tanjung baik di level nasional maupun internasional, diharapkan dapat membantu untuk mengekskalasi usaha para industri kreatif di daerah," katanya.