Eksekutif Dan Legislatif Diduga Celamatin CSR, GMBI Kabupaten Cirebon Akan Bergerak

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Ketua LSM GMBI Distrik Cirebon Raya, Maman Kurtubi kecewa ataas kinerja lembaga legislatif didaerahnya. Ia menilai, saat ini DPRD Kabupaten Cirebon telah gagal melaksanakan salah satu tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) dalam mengawasi jalannya Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon (eksekutif).


Hal tersebut disampaikan saat menanggapi 2 surat yang menggemparkan jagat maya (medsos) tentang adanya permintaan 500 buah sarung oleh Bupati Cirebon kepada Bank BJB dan surat permintaan 100 buah pakaian batik plus uang saku oleh salah satu oknum Ketua Komisi di DPRD Kabupaten Cirebon pada perusahaan swasta.

“Bagaimana mungkin DPRD Kabupaten Cirebon akan mengkritisi pihak eksekutif yang telah melakukan hal-hal yang kurang baik seperti meminta-minta CSR, sedangkan DPRD nya pun ikut celamatin,” Kata Maman melalui sambungan selulernya. Jumat (11/6).

Aktivis Cirebon ini mengklaim sebagai  salah satu unsur dari masyarakat Cirebon pihaknya telah dua kali melayangkan surat klarifikasi kepada pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon, namun sudah berganti minggu bahkan sudah berganti bulan belum ada surat balasan.

“Sebetulnya sudah dua kali kami berkirim surat meminta klarifikasi pada 27 Mei dan 3 Juni, namun tidak dibalas oleh pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon,” ungkapnya.

Maman mengaku pihaknya akan segera mendatangi untuk meminta klarifikasi kepada para wakil rakyat yang ngantor di gedung DPRD Kabupaten Cirebon tersebut secapatnya.

“Senin besok Kita ramaikan melalui audiensi dengan para wakil rakyat, agar lembaga legislatif kembali berfungsi sebagai pengawas eksekutif,” tutupnya.