Enggan Sediakan Fasilitas Rapid Antigen Bagi Calon Mahasiswa Unsika, Dinkes Karawang: Jangan Mendadak

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Karawang, Nanik Jodjana/Ist
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Karawang, Nanik Jodjana/Ist

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang enggan menyediakan fasilitas rapid test antigen bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).


Plt Kepala Dinkes Kabupaten Karawang, Nanik Jodjana menilai, mahasiswa yang datang seharusnya membawa hasil rapid test antigen masing-masing. Ia khawatir akan terjadi penumpukan jika rapid test antigen dilakukan sebelum UTBK.

"Ini merupakan tanggung jawab pihak Unsika, bukan Dinas Kesehatan. Jangan seolah-olah jadi tanggung jawab Dinas Kesehatan," ujar Nanik saat rapat persiapan menyambut bulan Ramadan di lantai 3 Gedung Singaperbangsa, Jumat (9/4).

Ia pun menyayangkan sikap pihak Unsika yang terlalu santai menyiapkan pelaksanaan UTBK. Pasalnya, Unsika baru berkoordinasi kepada Dinkes Karawang beberapa waktu lalu.

"Mereka selalu tiba-tiba. UTBK itu di mana-mana ada bukan hanya di Karawang, harus dibuat dari awal aturan yang ketat. Jangan tiba-tiba minta bantuan," ujarnya.

"Ini tahun kedua (Unsika mengadakan UTBK). Tahun 2020 masih mending kami tidak banyak kegiatan jadi tidak terlalu sibuk. Beda dengan tahun ini. Ini kan beban juga buat Dinkes," imbuhnya.

Bahkan Nanik membeberkan, Unsika pernah menjadi klaster Covid-19 namun kurang bertanggung jawab. Dampaknya, salah satu dosen di kampus tersebut meninggal.

"UTBK ini kan sudah dua kali, harusnya tahun ini mereka sudah antisipasi jauh-jauh, belajar dari yang sudah. Jangan mendadak," pungkasnya.

Diketahui, Unsika Karawang akan menggelar UTBK pada Senin (12/4) lusa. Sebanyak 7.000 calon mahasiswa dari 19 provinsi di Indonesia diprediksi akan hadir dalam ujian tersebut.