Entaskan Pengangguran, Pemkab Kuningan Salurkan 15 Angkatan Kerja Melalui Program 3 In 1

Kepala Disnakertrans Kuningan, M. Ridho Suganda (ketiga kiri)/Istimewa
Kepala Disnakertrans Kuningan, M. Ridho Suganda (ketiga kiri)/Istimewa

Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda melepas 15 peserta program 3 in 1 (Three in One) yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat. Hal tersebut merupakan upaya Pemkab Majalengka menyalurkan angkatan kerja dalam menekan angka pengangguran.


Pelepasan peserta program Three in One angkatan pertama tersebut berlangsung di Gedung Graha Wisesa, Disnakertrans Kuningan. Pelepasan juga dihadiri Kepala Disnakertrans Ucu Suryana, para orang tua peserta dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati menuturkan, program Three in One merupakan salah satu langkah pemerintah daerah melalui Disnakertrans Kuningan, dalam upaya menangani masalah ketenagakerjaan. Pelaksanaan program dilakukan atas kerja sama pemerintah daerah dengan pihak ketiga yakni STIEPARI Semarang.

“Melalui program ini, para peserta saat bekerja pun nantinya akan memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan tinggi meraih gelar kesarjanaan di STIEPARI Semarang,” kata Ridho, Jumat (21/11)

Oleh sebab itu, peserta yang diberangkatkan ke Semarang adalah yang telah memenuhi persyaratan. Sekaligus sudah mengikuti tahapan seleksi dengan baik dan objektif dari tim seleksi program Three in One.

“Selain mengoptimalkan perluasan kesempatan kerja pada tenaga kerja wanita usia produktif antara 18-25 tahun, kemudian juga memiliki nilai edukasi yang tinggi bagi para peserta,” katanya. 

Pihaknya berharap, selama mengikuti pendidikan perkuliahan, pelatihan dan keterampilan hingga bekerja di perusahaan-perusahaan yang telah ditunjuk, peserta harus dapat membawa nama baik daerah. Harus bertanggungjawab pada diri sendiri, serta menjaga nama baik orang tua. 

“Saya berharap, pada masa-masa mendatang program ini tetap dapat berkelanjutan. Sebab ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas SDM yang berusia produktif,” imbuhnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan kinerja pemerintah daerah, dengan menggunakan tolok ukur berapa jumlah tenaga kerja produktif di Kuningan yang dapat ditempatkan sesuai kebutuhan pemberi kerja.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kuningan, Ucu Suryana mengatakan, tujuan program Three in One adalah memberi kesempatan kepada masyarakat Kuningan, khususnya kalangan perempuan dengan usia produktif yang belum memperoleh pekerjaan setelah lulus SMA atau sederajat.

“Program ini khusus bagi wanita usia produktif yang belum mendapat pekerjaan setelah lulus SMA. Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapat bimbingan pelatihan keterampilan dan pekerjaan, sekaligus dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPARI) Semarang,” pungkasnya.