Fakultas Farmasi Unjani Ambil Sumpah 203 Apoteker Angkatan XXVIII

Rektor Unjani Prof. Hikmahanto Juwana saat menyampaikan sambutannya/Istimewa
Rektor Unjani Prof. Hikmahanto Juwana saat menyampaikan sambutannya/Istimewa

Program Studi (Prodi) Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi melaksanakan pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XXVIII. Pengambilan sumpah atau janji apoteker dipimpin Komisi Farmasi Nasional, Nurul Falah Eddy Pariang.


Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Unjani, Dr. apt. Fikri Alatas dalam laporan berita acara menyampaikan, sebanyak 203 dari 211 mahasiswa Prodi Profesi Apoteker dinyatakan lulus setelah menjalani Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI).

UKAI diselenggarakan Fakultas Farmasi Unjani bekerjasama dengan Ikatan Apoteker Asosiasi (IAI) dan Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) pada 26-27 September 2020.

Mahasiswa Prodi Profesi Apoteker yang mengikuti UKAI terdiri dari 211 mahasiswa, masing-masing 200 mahasiswa dari angkatan XXVIII, 8 mahasiswa angkatan XXVII, dan 3 orang mahasiswa dari angkatan XXV.

Dari 203 orang yang lulus, 197 orang merupakan mahasiswa dari angkatan XXVIII, 4 orang mahasiswa angkatan XXVII dan 2 orang mahasiswa angkatan XXV.

"IPK rata-rata 3,54, kemudian IPK tertinggi 3,94 sementara IPK terendah 3,01," papar Fikri Alatas, Kamis (12/11).

Sementara itu, Rektor Unjani Prof. Hikmahanto Juwana dalam sambutannya, dengan melafalkan sumpah apoteker maka para lulusan telah berjanji bukan hanya kepada masyarakat, namun juga kepada Tuhan YME.

Hikmahanto dalam kesempatan tersebut menyampaikan kabar baik kepada jajaran Fakultas Farmasi terkait rencana pengembangan dan pembangunan gedung baru di kompleks kampus Unjani dalam 4 tahun ke depan.

"Gedung-gedung baru itu nantinya InsyaAllah akan dibangun dan segera hadir dalam 4 tahun ke depan. Dan, kita akan mulai dengan (membangun gedung baru) Fakultas Farmasi," kata Hikmahanto.

"Saya berpesan kepada para lulusan dari seluruh Indonesia, juga tolong sampaikan kepada adik-adik kalian yang ada di daerah masing-masing, kalau mau menjadi sarjana farmasi jangan lupa dengan Universitas Jenderal Achmad Yani, demikian juga untuk mereka yang ingin menempuh pendidikan profesi apoteker," imbuhnya. 

Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Apt. Catleya Febrinella, yang dibacakan perwakilan Pengurus Daerah IAI Jawa Barat dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya karena para apoteker lulusan Fakultas Farmasi Unjani berasal dari banyak provinsi di seluruh Indonesia.

"Ini perlu diapresiasi, artinya ini cukup membanggakan bagi Unjani bisa menghasilkan para lulusan dari seluruh Indonesia," ungkap Catleya.