Firli Bahuri Sudah Ingatkan Pemberantasan Korupsi Harus Libatkan Semua Kamar Kekuasan, Termasuk Yudikatif

Firli Bahuri/Net
Firli Bahuri/Net

Ketua KPK, Firli Bahuri memberi penjelasan soal kegiatan tangkap tangan terhadap penyelenggara negara di Mahkamah Agung (MA) terkait dugaan suap pengurusan perkara di MA.


Firli mengatakan, pemberantasan korupsi harus dilakukan bersama semua kamar kekuasaan termasuk partai politik.

"Saya pernah memyampaikan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan bersama pemangku kepentingan termasuk kamar-kamar kekuasaan legislatif, eksekutif, yudukatif dan parpol," uajarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis sore (22/9).

Mau tidak mau, kata dia, semua pihak harus mengambil peran untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi. Sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi, tegas Firli, KPK akan terus bekerja dan tidak akan pernah berhenti membersihkan negeri ini dari praktik-praktik haram tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengaku sedih harus menangkap Hakim Agung dalam kegiatan tangkap tangan yang terjadi pada Rabu malam (21/9).

"KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung," ujar Ghufron kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL.

Ghufron mengatakan, kasus korupsi di lembaga peradilan atau yudikatif sangat menyedihkan. Bahkan, KPK sangat prihatin dan berharap kali ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum.

"Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang. Para penegak hukum yang diharapkan menjadi Pilar keadilan bagi bangsa ternyata menjualnya dengan uang," kata Ghufron.

Padahal kata Ghufron, sebelumnya KPK telah melakukan pembinaan integritas di lingkungan MA, baik kepada Hakim dan pejabat strukturalnya.

"Harapannya tidak ada lagi korupsi di MA. KPK berharap ada pembenahan yang mendasar jangan hanya kucing-kucingan, berhenti sejenak ketika ada penangkapan namun kembali kambuh setelah agak lama," pungkas Ghufron.

Sebelumnya, Ghufron mengatakan, pihaknya menangkap beberapa orang terkait dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA. Beberapa orang itu ditangkap di Jakarta dan Semarang.

Sementara itu, Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri menyebut bahwa, selain menangkap beberapa orang yang belum dibeberkan identitasnya, pihaknya juga turut mengamankan uang.

"Pada kegiatan ini juga turut diamankan sejumlah barang antara lain berupa uang dalam pecahan mata uang asing yang hingga saat ini masih di konfirmasi ke para pihak yang ditangkap tersebut," pungkas Ali.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada identitas siapa saja yang terjaring tangkap tangan KPK. KPK pun berencana akan menggelar konferensi pers pada Jumat dinihari (23/9).