Firli Gugah Nasionalisme Mahasiswa Unair Lewat Penghayatan Lagu Indonesia Raya

Firli Bahuri/Net
Firli Bahuri/Net

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan materi penting saat mengisi kuliah umum di Universitas Airlangga (Unair) pada Jumat lalu (16/9). Ia menggugah semangat nasionalisme para mahasiswa dengan mengupas makna syair-syair lagu kebangsaan Indonesia Raya.


Menurutnya, penghayatan terhadap lagu kebangsaan akan memperkuat motivasi untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

“Disebut disitu, bangunlah jiwanya, bangunlah badanya. Untuk siapa? Untuk Indonesia Raya. Saya berharap adik-adik mahasiswa juga mengikrarkan itu,” kata Firli dalam video kuliah umum yang diunggah akun Youtube Universitas Airlangga seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (20/9).

Lebih penting dari sekedar mengucapkannya, Ia ingin para mahasiswa memahami makna dibalik syair lagu ciptaan W.R. Supratman itu.

Firli mengatakan bahwa seluruh eleman bangsa terikat dengan common interest atau kepentingan bersama untuk mewujudkan tujuan negara sebagaimana diamanatkan di dalam Undang Undang Dasar 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan negara ini, kata Firli tidak akan terwujud jika korupsi masih ada di Indonesia. Lantas ia menukil ucapan Paus Paulus (Pope Prancis) bahwa korupsi dibayar oleh kemiskinan, karena selama ada korupsi maka kemiskinan akan terus meningkat. Dari pernyataan Paus Paulus itu, Firli memberi contoh bahwa setiap program pengentasan kemiskinan yang dijalankan akan berkualitas rendah bahkan tidak ada karena dikorupsi.

“Kalau itu terjadi maka untuk meningkatkan sumber daya manusia yang kompetitif akan sulit dilakukan,” pungkas Firli.

Kemudian Firli menggugah dan mengajak seluruh civitas akademik yang hadir untuk meresapi apa yang disampaikan oleh Albert Enstein bahwa dunia tidak akan rusak oleh mereka yang melakukan kejahatan, melainkan dunia akan rusak jika orang-orang hanya diam menjadi penonton.

“Korupsi ini dia akan terus menerus kalau kita hanya jadi penonton, tidak melakukan apa-apa. Karena itu kita ajak mahasiswa, jejaring pendidikan, penyelenggara negara, BUMN, swasta. Kita ajak semua berperan memberantas korupsi,” demikian Firli.