Gabung Barisan Ryano Panjaitan, KNPI Jabar Tinggalkan Haris Pertama

Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan (kanan) dan Ketua DPD KNPI Jabar, Ridwansyah Yusuf (kiri berkacamata)/RMOLJabar
Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan (kanan) dan Ketua DPD KNPI Jabar, Ridwansyah Yusuf (kiri berkacamata)/RMOLJabar

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jabar menyatakan diri bergabung dengan barisan Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan. Artinya, kini KNPI Jabar tidak lagi berada dalam kepengurusan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama.


Sikap tersebut diambil setelah menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) yang dihadiri 24 DPD KNPI tingkat kabupaten/kota dan 108 organisasi kepemudaan (OKP) di Kantor DPD KNPI Jabar, Kota Bandung, Sabtu (26/11) malam.

Ketua DPD KNPI Jabar, Ridwansyah Yusuf menuturkan, pihaknya bergabung dengan Ryano Panjaitan karena legalitas kepemimpinannya diakui negara. Hal tersebut dibuktikan dengan kepemilikan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Seluruh komponen di DPD KNPI Jabar melibatkan OKP dan DPD KNPI tingkat II melebur menjadi bagian dari kepemimpinan Ryano Panjaitan dengan status SK Kemenkumham yang telah dimiliki beliau," kata Ridwan.

Dikatakan Ridwan, bergabungnya KNPI Jabar juga diperkuat dengan SK yang secara langsung diserahkan Ryano Panjaitan. Karenanya, ia berkomitmen untuk bersinergi dalam pengembangan dunia kepemudaan di tanah air, khususnya Jawa Barat.

"Kita solid dan siap berkontribusi untuk pembangunan pemuda di Jabar. Bersama Ryano Panjaitan, kita siap menjalankan roda kepemimpinan KNPI membangun pemuda di Indonesia," tuturnya.

Di tempat sama, Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan menyambut baik bergabungnya KNPI Jabar. Ia pun menekankan anak buahnya agar tidak lagi terjebak dalam dinamika organisasi yang tidak berujung.

"Orang lain sudah ngomong electrik vehicle, nano teknologi, pengembangan metaverse, kita masih ribut masalah AD/ART, masih terjebak dinamika kepemudaan. Ini saatnya pemuda itu solid," tegas Ryano.

Atas dasar itu, DPP KNPI di bawah kepemimpinannya mengusung visi aktivis preneur yang memiliki jejaring kuat, intelektualitas tinggi serta moralitas. Namun yang tak kalah penting, aktivis juga harus mandiri secara ekonomi.

"Satu sisi kita dorong entrepreneur, tapi harus memiliki jiwa sosial tinggi. Di negara kita baru 1,65 persen pemuda sebagai entrepreneur, selebihnya profesional dan pekerja," terangnya.

Dalam pandangan Ryano, Jawa Barat merupakan daerah yang terkenal dengan kesuburannya serta penghasil hastakarya terbaik. Karenanya, ia pun meminta KNPI Jabar untuk berbuat lebih konkret dan bukan sekadar seremoni.

"Ini yang kita ke depankan supaya organisasi kepemudaan menghasilkan hal-hal yang konkret yang berujung kepada kesejahteraan, baik bagi pemuda maupun masyarakat sekitar," ucap Ryano.

Menurutnya, saat ini bukan lagi era diskusi tanpa aksi, melainkan eksekusi ide dan gagasan. Sehingga, Ryano kembali menegaskan, KNPI bukan hanya harus mampu menjadi entrepreneur, tapi juga mandiri secara ekonomi.

"Sebagai aktivis, kita harus mandiri secara ekonomi. Di lain sisi, dari seninya, kemajuan teknologi, itu juga kita dorong dan juga mengawal proses-proses demokrasi jauh lebih baik lagi," tandasnya.