Gagal Tangani Pungli, IAW Tak Yakin Ridwan Kamil Mampu Pimpin Indonesia 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Net
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Net

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dinilai gagal dalam menyelesaikan kasus pungutan liar (pungli). Sebab, kasus pungli hingga saat ini masih terjadi dan terus berulang di SMA/SMK di Jawa Barat.


Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus mengatakan, kasus pungli terus terjadi sejak Ridwan Kamil menjadi gubernur. Tercatat ada 75 dugaan pungli, di mana 40 kasus di antaranya terjadi sepanjang tahun 2022.

"Menjadi aib ketika kasus pungli ini beruntun dan terus terjadi. Lantas, apa gunanya gubernur dalam menangani kasus, tapi kasus-kasus tersebut terus naik," kata Iskandar dalam keterangannya di Bandung, Sabtu (14/1) malam.

Iskandar menduga, kasus pungli yang terjadi dan terus berulang karena kesalahan pola penanganan. Bahkan menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang baku, teruji dan terbuka.

"Model penanganan sepertinya masih jauh dari nilai-nilai atau tujuan baik untuk memberikan solusi agar tidak berulang. Faktanya kerap terjadi perulangan," tutur Iskandar.

Atas dasar itu, Iskandar mendorong agar Ridwan Kamil segera menuntaskan persoalan pungli yang masih terjadi di SMA/SMK di Jawa Barat. Salah satunya memperbaiki SOP dan pola penanganan pungli. 

"Harapan kita supaya ini dituntaskan Gubernur Ridwan Kamil. Kalau tidak mampu, kami tidak yakin Ridwan Kamil bisa menjadi pemimpin di skala lebih besar dari Jawa Barat," tuturnya.

"Jadi kami harap sadar diri, jika belum tuntas untuk sektor penerus anak bangsa, yaitu persoalan di SMA/SMK, utamanya pungli, kami gak yakin Pak Ridwan Kamil mampu menangani pungutan liar di seluruh SMA/SMK se-Indonesia," pungkasnya.

Diketahui, IAW telah dua kali berkirim surat kepada Ridwan Kamil agar kasus-kasus tersebut ditangani. Namun hingga kini, surat-surat yang dilayangkan IAW tak kunjung mendapatkan respons dari gubernur.

Dalam surat bernomor 27A/Pendiri IAW/XI/22 yang dikirimkan pada 21 Desember 2022, IAW membeberkan lokasi 40 SMA/SMK terindikasi pungli sepanjang 2022. Yakni di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kota Bandung.

Rinciannya, kasus pungli di Kota Bekasi terjadi di SMA 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9 , 10, 12, 15, 17 dan 20. Kemudian di SMK ,1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15. Sementara Kabupaten Bekasi di SMA 1, 2 , 3, 7 serta SMK 3 dan 20.

Untuk di Kabupaten Bogor, pungli terjadi SMA 1 Cigudeg, SMA 1 Tamansari, SMA 1 Jasinga Setu, SMA 3 Cibinong dan SMK 3. Sedangkan di Kota Bandung terjadi di SMA 22, SMA 24 dan SMK 5.