Gandeng PT Pusri, Jabar Borong 25 Ribu Ton Jagung Dari Sumsel

Penandatanganan MoU bisnis PT Agro Jabar - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang/Ist
Penandatanganan MoU bisnis PT Agro Jabar - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang/Ist

PT Agro Jabar - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang menandatangani MoU bisnis bertajuk Milenial Agro Solution untuk mengembangkan komoditas jagung menggunakan pupuk buatan Pusri. 


Diketahui, kebutuhan jagung Jabar 25.000 ton per bulan tapi lahan yang dapat ditanami hanya 5.000 - 10.000 hektare. Dengan MoU ini, nantinya jagung ditanam di Sumsel menggunakan pupuk Pusri, setelah panen maka akan dipasok ke Jabar. 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang menyaksikan penandatanganan MoU itu dari ruang VIP Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang menyebut, pihaknya bertindak sebagai pembeli jagung. 

"Kami datang dari Jabar. Membeli kebutuhan kami yang lahannya tidak terpenuhi. Karena menanam dan petaninya di Sumsel pastilah yang kita gunakan pupuk Pusri,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Kamis (3/6).

Emil mengatakan, Jabar memerlukan suplai komoditas pangan dari provinsi lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.  

“Jumlah penduduk Jabar sangat banyak ada 50 juta jiwa, tentu saja butuh suplai untuk ketahanan pangan. Makanya kami datang ke Sumsel untuk menyerap hasil produksi di sini,” katanya.

Menurutnya, kerja sama model seperti ini selain meningkatkan produktivitas pertanian juga menambah ketahanan pangan Jabar. Jika komoditas jagung ini berhasil dikembangkan, MoU dengan Pusri dapat diperluas ke komoditas lain. 

“Tahap satu jagung dulu. Jika lancar, metodenya berhasil kami punya banyak kebutuhan produk pangan lain yang dapat dikerjasamakan,” katanya.  

Jabar memilih Sumsel sebagai lokasi penanaman berbagai komiditas karena tanahnya relatif subur, terutama kawasan Banyuasin. Tinggal, pengembangan teknologi dan inovasi pertaniannya. 

“Tinggal kita semua memberdayakannya dengan inovasi dan teknologi agar hidup di desa rezeki kota lalu bisnis mendunia,” sebutnya.  

Direktur Utama PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh berharap, MoU ini sangat menguntungkan petani jagung di Sumsel karena pasti hasil panennya dibeli PT Agro Jabar. Untuk berbagai komoditas, Sumsel punya lahan mencapai 183.000 hektare.

“Agro Jabar sebagai offtaker, petani Banyuasin diberdayakan, Pusri mengawal teknologi dan agronomi, kami juga sediakan pupuk. Insyaallah yang terbaik,” tandasnya.