Gatot Harus Bela Petinggi KAMI Yang Ditangkap, IPR: Satu Terluka, Semua Merasa Terluka

Gatot Nurmantyo/Net
Gatot Nurmantyo/Net

Pembelaan sudah sepatutnya dilakukan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo guna membantu rekan-rekan petinggi KAMI yang ditangkap aparat kepolisian.


Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/10).

"GN (Gatot Nurmantyo) harus membela rekan-rekan seperjuangannya," kata Ukom sapaan Ujang Komarudin.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia tersebut mengatakan, meskipun Gatot sudah bukan Panglima TNI alias telah menjadi rakyat biasa, namun dia harus membela rekan seperjuangan di KAMI yang ditangkapi polisi.

"GN bukan panglima lagi. Dia rakyat biasa, yang sedang berjuang bersama rakyat biasa lainnya. Sejatinya dalam perjuangan, satu terluka, maka semua merasa terluka," tuturnya.

Diketahui, Sekretaris Komite KAMI, Syahganda Nainggolan, ditangkap petugas dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

Selain Syahganda Nainggolan, Bareskrim melakukan penangkapan terhadap dua deklarator KAMI, Jumhur Hidayat dan Anton Permana, serta Ketua KAMI Medan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, membenarkan personel Dittipidsiber Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap Syahganda.

"Ya ditangkap tadi pagi pukul 04.00 WIB," kata Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi, Selasa (13/10).

Awi mengatakan, penangkapan petinggi KAMI ini terkait dengan pelanggaran UU ITE dengan sangkaan Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) dan atau Pasal 15 UU 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU 19/2016 tentang ITE.