Gelar Career Day Daring Terlama, UTama Diganjar Rekor MURI

Di masa pandemi Covid-19, peluang mencari pekerjaan dinilai sulit. Pasalnya, virus corona tak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga dirasakan sektor ekonomi, di mana banyak perusahaan yang tidak bisa menyerap tenaga kerja.


Merespon kondisi tersebut, Universitas Widyatama (UTama) melalui Pusat Karir Universitas Widyatama membuka Career Day Utama Online bagi para pencari kerja. Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak 24 Juli hingga 15 Agustus 2020.

Rektor Universitas Widyatama, Obsatar Sinaga menerangkan, melalui kegiatan Career Day pihaknya berupaya membantu menyelesaikan persoalan yang mendera bangsa Indonesia, yakni kurangnya serapan tenaga kerja di masa pandemi Covid-19.

"Kita mencoba menyelesaikan salah satu masalah bangsa, yaitu tenaga kerja yang ketika masa pandemi kemudian perusahaan-perusahaan tidak menyerap," terang Prof. Oby sapaan Obsatar Sinaga, Sabtu (15/8).

Dalam kegiatan yang dilakukan secara daring tersebut, UTama berkolaborasi dengan 29 perusahaan dari berbagai bidang pekerjaan. Bahkan, Human Resource Development (HRD) dari masing-masing perusahaan menyatakan menerima karyawan baru. 

"Jadi kalau selama ini melakukan pemberhentian, kita mengajak mereka untuk menerima kembali karyawan baru. Sehingga kalau katakanlah 8.000 orang (pencari kerja) tadi itu, sebenarnya dari 29 perusahaan," tuturnya.

[caption id="attachment_83975" align="alignnone" width="712"] Ketua Umum MURI, Jaya Suprana/RMOLJabar[/caption]

Atas kegiatan tersebut, UTama berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai institusi perguruan tinggi yang menyelenggarakan Career Day secara daring terlama dan mendapat penghargaan dari rekor global MURI.

Penyerahan penghargaan bagi UTama dilakukan langsung Ketua Umum MURI, Jaya Suprana secara daring dan diterima Rektor Universitas Widyatama, Obsatar Sinaga.

"Target kita sebenarnya menyelesaikan masalah tenaga kerja, tau-tau oleh MURI diberi penghargaan. Jadi keniscayaan aja, tidak mengejar rekor MURI, tapi kita berterima kasih karena ternyata MURI melirik yang kita lakukan sebagai sebuah prestasi," ujarnya.