Genjot Serapan Lulusan, Itenas Pepet Dunia Industri Hingga Praktisi

Rektor Itenas Bandung, Meilinda Nurbanasari/RMOLJabar
Rektor Itenas Bandung, Meilinda Nurbanasari/RMOLJabar

Institut Teknologi Nasional (Itenas) terus menggenjot kualitas demi mewujudkan visi menjadi salah satu kampus taraf Internasional. Jelang usia 50 tahun, Itenas terus berinovasi dengan menyesuaikan kurikulum dengan tuntutan global.


Begitu disampaikan Rektor Itenas Bandung, Meilinda Nurbanasari di Kampus Itenas, Jl. PHH Mustofa, Kota Bandung, Sabtu (13/8).

"Kalau 50 tahun ini yang jelas terutama dari kaitanya adalah dengan mewujudkan visi Itenas mewujudkan perguruan tinggi terkemuka kemudian berperan aktif di tataran gelobal dan nasional. Itenas harus mampu menciptakan karya-karya inovasi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Meilinda.

Meilinda mengungkapkan, Itenas juga terus berupaya untuk meningkatkan serapan lulusan di berbagai lini dunia industri. Sinkronisasi antara dunia kampus dan industri terus digalakkan untuk memastikan lulusan Itenas dapat diserap secara maksimal di dunai kerja.

"Kemudian, kegiatan seperti magang di industri, kemudian praktisi masuk ke kamus juga kami dorong. Sehingga tidak ada lagi batasan antara kampus dengan dunia industri semuanya akan terjalin sehingga nanti pasar atau pengguna lulusan Itenas itu pada saat berkerja itu sudah match dengan kulikurum yang ada di itenas," ungkapnya.

Meilinda menambahkan, pihaknya akan menggelar berbagai acara dalam rangka memperingati Dies Natalis Itenas Bandung ke-50 yang jatuh pada 14 Desember 2022. Rangkaian kegiatan dies natalis dibagi dua, yakni 12 dan 13 Agustus 2022 serta kegiatan menjelang puncak di 14 dan 15 Desember 2022.

Meilinda juga menyebut Desember nanti, Itenas bakal mengadakan sidang senat terbuka dan lomba-lomba, salahsatunya E-sport. Apalagi, E-sport saat ini memang tengah berkembang dan digandrungi banyak anak muda.

"Serangkaian kegiatan ini menyesuaikan dengan tema 'For a Brighter Future'. Dan alhamdulillah Itenas sudah dapat akreditasi unggul. Jadi, kami melihat ke depan bahwa ternyata hasil karya mahasiswa sudah luar biasa walau dua tahun kemarin belajar secara online karena pandemi, mereka tetap berkarya dan inovasinya membanggakan," tandas Meilinda.