Geram Prestasi Atlet Dikritik, KONI: Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Hanya Cari Panggung Politik

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon, Hengky Choernia/RMOLJabar
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon, Hengky Choernia/RMOLJabar

Cuitan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, HM Luthfi terkait merosotnya prestasi atlet Kabupaten Cirebon di Porprov XIV Jabar, dianggap hanya mencari panggung jelang tahun politik.


Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon, Hengky Choernia menjelaskan, Lutfi hanya bisa mengomentari prestasi olahraga di Kabupaten Cirebon. Selama ini, politisi PKB tersebut tidak pernah mau turun tangan membantu perkembangan olahraga.

"Kalau kata saya, Lutfi hanya cari panggung politik di dunia olahraga. Lutfi sendiri tidak pernah mau tahu apa yang dibutuhkan atlet, jadi dari mana dia bisa ngomong miris liat prestasi atlet Kabupaten Cirebon, sisi mana yang dia lihat," ucapnya, Kamis (24/11).

Hengky melanjutkan, sikap yang ditunjukan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon seperti No Action Talk Only (NATO). Tidak pernah memberikan solusi bagaimana nasib para atlet dan perkembangan olahraga. 

"NATO, hanya pintar ngomong tapi tidak ada sikap nyata dari ketua DPRD membantu perkembangan olahraga di Kabupaten Cirebon. Yang ada hanya, bagaimana pencitraan politiknya di masyarakat. Mohon maaf, ketua DPRD itu jangan hanya mengkritisi saja, kalau bisa tolong dong cari jalan keluarnya seperti apa," ungkapnya.

Menurut Hengky, anggaran yang disingung Lutfi sebesar Rp8 miliar untuk pembinaan olahraga di Kabupaten Cirebon, bukan dipakai hanya untuk agenda Porprov XIV Jabar. Tapi anggaran tersebut untuk pembinanaan selama satu tahun.

"Anggaran Rp8 miliar itu untuk KONI Kabupaten Cirebon selama satu tahun. Bukan hanya untuk Porprov XIV Jabar. Seperti, stimulan cabang olahraga (cabor), untuk uang saku atlet, hingga pelaksanaan Porprov. Jadi bukan Rp8 miliar untuk Porprov. Dia itu ngerti atau tidak jangan beranggapan hanya untuk Porprov saja," paparnya.

Hengky mengakui perhatian eksekutif dan legislatif terhadap KONI dan prestasi atlet sangat kurang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut KONI sedang berusaha mencari bapak asuh yang dapat menopang atau membantu anggaran untuk Cabor.

"KONI Kabupaten Cirebon masih mencari bapak angkat demi kemajuan olahraga di Kabupaten Cirebon. Karena, anggaran yang dikucurkan pemerintah masih sangat kurang untuk pembinaan atlet," ujarnya.

Seharusnya, melihat perkembangan olahraga dari berbagai sisi lanjut Hengky, dirinya mencontohkan raihan medali di Porprov XIV 2022 Jabar dari toal keseluruhan Cabor berhasil mengumpulkan 70 medali. Sementara di ajang sebelumnya di tahun 2019 sekitar 50-an medali.

"Porprov tahun 2022, kami berhasil menambah jumlah medali secara keseluruhan. Dan medali perunggu yang terbanyak, itu harus dilihat karena atlet sudah berjuang keras di pertandingan," pungkasnya.