Gubernur Beri Lima Bintang Jika SOKSI Jabar Mau Jadi Panitia Vaksinasi Massal

Ridwan Kamil/RMOLJabar
Ridwan Kamil/RMOLJabar

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, banyak program yang dapat dikerjasamakan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI). Salah satunya jadi penyelenggara vaksinasi massal Covid-19 bagi masyarakat.


Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, banyak program yang dapat dikerjasamakan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI). Salah satunya jadi penyelenggara vaksinasi massal Covid-19 bagi masyarakat.

Hal itu dikatakan Kang Emil saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke XI Depidar SOKSI Wilayah IX Jabar di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (3/4).

"Vaksinasi merupakan bagian dari bela negara yang harus dilakukan oleh masyarakat. Dulu, bela negara dilakukan dengan mengangkat senjata. Tapi sekarang membela negara dengan melakukan vaksinasi Covid-19-19. Negara sedang membutuhkan semangat Anda, untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19," tutur mantan Wali Kota Bandung itu.

"Jika Soksi bisa menyelenggarakan vaksinasi ini, saya beri bintang lima," imbuhnya.

Ajakan tersebut didasari oleh jumlah Puskesmas di Jabar yang tidak akan cukup memberikan vaksin kepada seluruh masyarakat Jabar. Apabila hanya dilakukan oleh Puskesmas saja, program vaksinasi akan memakan waktu yang lama.

"Kita harus segera menyelesaikan ini agar pandemi segera berakhir. Yang terpenting dalam penyelenggaraan Musda ini adalah pengurus Soksi Jabar mampu melakukan hal baik bagi sesama manusia," lanjutnya.

Kendati begitu, menurut dia, pandemi Covid-19 memberikan hikmah dan melahirkan sejarah baru seperti, produktivitas meski tidak bertemu, pendidikan berbasis daring, hingga bekerja dari rumah. Selain itu, sektor pertanian menjadi tonggak perekonomian yang paling tangguh di tengah pandemi Covid-19.

"Saat ini kebijakan pemerintah kembali ke desa untuk mengurusi  pangan. Pemprov Jabar juga menjadikan 1000 petani milenial untuk mengatasi pengangguran. Pandemi Covid-19 juga mengajarkan peduli kesehatan. Sebanyak 1200 triliun uang negara dialihkan untuk menanggulangi Covid-19 dan roda perekonomian menjadi terhenti," tutupnya.