Gus Nur Ditangkap Bareskrim Polri, Politisi PKS: Ini Buruk Bagi Demokrasi

Mardani Ali Sera/Net
Mardani Ali Sera/Net

Reaksi dari sejumlah pihak bermunculan atas penangkapan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri, karena diduga melakukan ujaran kebencian dengan menghina Nahdlatul Ulama (NU).


Politisi PKS Mardani Ali Sera menyarankan musyawarah dan dialog dari hati ke hati antara kedua belah pihak sedianya dikedepankan ketimbang menggunakan pasal-pasal dalam UU ITE yang berujung penangkapan.

"Perlu ada dialog dan bicara dari hati ke hati," kata Mardani Ali Sera, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (24/10).

Menurutnya, musyawarah dan dialog dapat menjaga situasi kondusif di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. "Sangat bijak jika dilakukan musyawarah dan mediasi lebih dahulu agar suasana aman dan tentram dapat dijaga di masa pandemi," tuturnya.

Untuk itu, anggota Komisi II DPR RI tersebut menyesalkan UU ITE kembali digunakan untuk menangkap orang. Menurutnya, penangkapan terhadap warga negara dengan UU ITE dinilai buruk untuk perkembangan demokrasi.

"Sedih karena pasal karet UU ITE pasal 27 dan 28 kembali dipakai. Ini sebenarnya buruk bagi perkembangan demokrasi. Pasalnya masih ada walau kontroversi dan cenderung melemahkan kualitas demokrasi," tandasnya.