Hadapi Resesi, Pemerintah Disarankan Perkuat Ekonomi Domestik

Ilustrasi resesi/Net
Ilustrasi resesi/Net

Perekonomian global tengah dihadapkan pada tantangan yang disebut dengan the perfect storm atau 5C, yaitu Covid-19, conflict Rusia-Ukraina, climate change, commodity prices, dan cost of living.


Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk memperkuat perekonomian domestik selain bekerja keras mengendalikan inflasi.

"Indonesia memiliki pasar yang cukup besar sehingga optimalisasi peran ekonomi domestik bisa menyerap dampak negatif dari gejolak perekonomian global," kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teguh Dartanto, Rabu (28/9).

Kemudian, lanjut Teguh, peranan pemerintah daerah serta pemerintah desa juga lebih dioptimalkan dalam mendorong perekonomian daerah. Dana Desa adalah instrumen yang cukup efektif untuk mendorong aktivitas perekonomian lokal.

“Dana Desa tahun depan bisa ditambah besarannya sehingga perekonomian desa dan daerah terus menggeliat,” ujarnya.

Kendati demikian, Teguh menilai, masyarakat Indonesia telah berpengalaman melewati berbagai krisis, dan kebiasaan masyarakat Indonesia bisa secara natural membangun jaring pengaman sosial di masyarakat.

“Masyarakat kita memiliki pengalaman panjang dan pernah melewati berbagai krisis ekonomi khususnya 1998, krisis Covid-19, sehingga pengalaman ini mendorong masyarakat dapat memiliki mitigasi yang cukup baik dengan berbagai gejolak yang ada," bebernya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki modal sosial (pengajian, kegiatan masyarakat, kegiatan keagamaan, kegiatan olahraga, arisan) sehingga bisa saling membantu satu dengan lainnya dengan kata lain modal sosial mendorong terbentuknya jaring pengaman sosial di level masyarakat.

Selain kekuatan masyarakatnya, pemerintah juga telah melakukan extra effort untuk menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Tantangan global sekarang ini disebut-sebut akan mendatangkan perfect storm.

Extra effort yang dilakukan pemerintah sendiri diapresiasi oleh Teguh. Namun, beberapa catatan di atas disebut memperkuat perekonomian dalam negeri.