Hadiri Raker Pusat Ormas Brigez, Anggota DPR Ini Soroti Mental Dan Ideologi Pemuda 

Anggota DPR RI Mulyadi/Net
Anggota DPR RI Mulyadi/Net

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Mulyadi menyoroti mental dan ideologi pemuda di tengah dinamika global dan ekosistem digital yang berkembang saat ini. 


Menurut Mulyadi, dalam menghadapi dinamika global dan ekosistem digital, pemuda harus memiliki mental dan ideologi yang kuat. Terlebih, di era globalisasi saat ini, tak ada lagi batas antarnegara (borderless). 

"Di era globalisasi dimana tak ada lagi batas negara atau borderless, mental dan ideologi pemuda harus diperkuat," tegas Mulyadi saat menghadiri acara Seminar Nasional dan Rapat Kerja Pusat Ormas Brigez Indonesia.

Mulyadi yang digadang-gadang bakal diusung Partai Gerindra di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024 mendatang itu melanjutkan, ketahanan mental dan ideologi sangat diperlukan dalam menghadapi dinamika global dengan ekosistem digital yang sudah masuk ke setiap sendi kehidupan.

"Saya kira, kita semuanya dan terutama para generasi muda, termasuk Brigez Indonesia perlu menyiapkan dan memperkuat mental ideologi, agar mampu menghadapi tantangan global yang tanpa batas itu," kata Mulyadi dalam keterangannya, Selasa (8/6).

Dirinya menekankan bahwa saat ini dan di masa yang akan datang, negara-negara di dunia kecil kemungkinan berperang secara fisik untuk menaklukan negara lainnya. Perang masa depan itu, kata Mulyadi, dilakukan melalui cara-cara digital dan berbagai sarana alat teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK). 

"Di era disrupsi, semua tergantung dengan alat teknologi informasi dan komunikasi. Konten berbagai tema kini berseliweran dilihat mata, dibaca, dan menjejali otak dan pikiran kita serta menggoyang hati dan keyakinan ideologi, bahkan keimanan kita," paparnya. 

Oleh karenanya, Direktur Eksekutif Primajasa Institute ini kembali menegaskan bahwa bangsa Indoensia, khususnya generasi muda menguatkan mental dan ideologi, termasuk religiusitasnya.

"Kalau mental ideologi kuat, maka sederas dan segencar apapun ekosistem digital dengan produksi konten yang menyerang budaya, melemahkan mental bangsa, maka tidak akan terpengaruh. Terpenting, kita kuatkan mental dan ideologi serta keagamaan dan budaya kita," tandasnya.