Hari Pertama Masuk Sekolah, Orangtua Ikut Belajar Bareng Anak

RMOLJabar. Para orangtua murid baru Sekolah Dasar (SD) di Tasikmalaya, Jawa barat, rela berbondong-bondong untuk mengantarkan anaknya yang baru masuk sekolah, Senin (15/7) pagi tadi.


Seperti dilakukan oleh Nunung, warga kampung Gunung Saliku, Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Dirinya bangun subuh, kemudian membangunkan dan mempersiapkan anaknya bernama Zila, untuk pertama kali masuk SD.

Jarak antara sekolah dan rumah Nunung, sekitar 500 meter. Sehingga bisa ditempuh menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki. Setelah menuju pintu gerbang sekolah, Nunung kemudian sibuk menuju ruang kelas untuk memilih tempat duduk untuk anaknya.

"Saya bangun subuh, kemudian bangunkan anak, persiapkan baju dan sarapan, pokoknya saya sibuk, apalagi saya punya anak kecil, ya lumayan harus ekstra sibuk," kata Nunung.

Para orangtua yang sudah mendapatkan kursi, mereka menduduki kursinya agar tidak ada siswa lain yang mengambil. Terlihat beberapa anak tidak mau ditinggal orangtuanya saat masuk ke ruang kelas. Mereka rela ikut duduj bersama anaknya dan sebagian orang tua lainnya berdiri di dekat anaknya.

Tak hanya itu, ratusan orangtua siswa baru juga sudah memadati ruang kelas sejak pagi, beberapa di antara mereka mengaku datang sejak subuh agar mendapatkan bangku belajar paling depan untuk anaknya.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu orang tua bernama Puput, hari pertama masuk sekolah dirinya dibikin sibuk, mulai dari membangunkan anak dan mempersiapkan sarapan pagi, kemudian mengantarkan anak menuju sekolah dasar.

"Dari malam saya gak bisa tidur nyenyak, karena anak saya ini pemalu dan gak mau berangkat sendirian, harus sama saya kemanapun. Mudah-mudahan saja, kalau sudah masuk sekolah dasar bisa mandiri," ujar Puput saat ditemui di ruang kelas.

Sementara itu, pihak sekolah mengakui setiap tahun ajaran baru, memang banyak orang tua murid yang datang ke sekolah untuk berebut bangku.

Menurut Kepala SD Negeri Sukamenak 5, Heni mengatakan tahun ini penerimaan murid baru menurun dengan jumlah seluruhnya 45 orang siswa, dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal, target sekolah tersebut adalah minimal 200 siswa yang masuk SD ini.

Aanya penerapan sistem zonasi di PPDB tahun ini, berpengaruh ke jumlah siswa yang mendaftar di sekolah, yang daftar hanya murid yang ada di sekeliling daerah sekolah.

"Tahun ini menurun setelah adanya penerapan zonasi, yang masuk ke sekolah kami ini, hanya warga sekitar saja, yang biasanya ada dari luar daerah," ujarnya.

Pemberlakuan orang tua mendampingi anaknya masuk ke ruang kelas, akan di batasi sampai tiga hari. Ke depannya, pihak sekolah akan memberikan arahan kepada setiap wali kelas untuk memberikan pendekatan kepada setiap siswa baru yang masuk sekolah. [yud]