Hati-Hati, Kejahatan Terus Mengintai Di Tengah Digitalisasi Keuangan

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa/Ist
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa/Ist

Era digitalisasi saat ini semuanya menjadi mudah dalam genggaman. Namun kemudahan itu jangan sampai menjadi kerugian besar yang akan dialami. 


Seperti halnya saat meminjam uang dapat dilakukan secara online melalui smartphone dan maraknya pinjaman online di era digitalisasi ini pun menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat. 

Hal ini disampaikan Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, usai memberikan materi dalam kegiatan Ngobrol Asik Generasi Baru Indonesia (GenBI) di Aula Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan, Senin (7/6).

"Iya era digitalisasi saat ini kian pesat. Apalagi maraknya pinjam online, dan banyak yang terjadi ketika pinjam 5 juta pengembaliannya sampai ada yang 200 juta," ujar Agun dari Dapil Jabar X (Kuningan, Ciamis, Banjar dan Pangandaran) itu. 

Tidak hanya soal pinjaman uang saja, Agun menjelaskan, begitu masifnya pencurian-pencurian data. Baik itu soal no handphone, no rekening bank, email, semuanya itu adalah data pribadi. 

"Nah, apakah semua itu ada jaminan dan perlindungan terhadap data-data tersebut. Inilah yang saat ini marak diera digitalisasi," jelas Agun bernada tanya. 

Selain itu, ia pun menerangkan ketika dilaporkan ke OJK, pihak OJK tidak punya kewenangan dalam penanganan maraknya pinjaman online. 

"Pihak OJK hanya menangani jasa-jasa keuangan yang ilegal. Sementara, yang ilegal ini kan sudah marak sekali," terangnya. 

Oleh karena itu, pihaknya berharap melalui forum GenBI mengajak kaum muda untuk tampil di depan dalam rangka digitalisasi keuangan sebagi organ dari BI untuk antisipatif literasi kepada masyarakat, sehingga bisa lebih hati-hati dalam pinjaman online. 

"Kami ingin mengajak mereka bahwa perbankan saat ini sudah marak dengan digitalisasi. Digitalisasi keuangan pemerintah daerah sudah terus digalakkan, lalu pembayaran melalui Quick Response Indonesia Standard (QRIS) mulai digalakkan," pungkasnya.