Hindari Resiko Penularan, Pakar Epidemiologi Unpad Sarankan Masyarakat Pilih Berlibur Di Waktu Sepi

Pakar Epidemiologi Universitas Padjajaran (Unpad), Panji Fortuna Hadisoematro/Net
Pakar Epidemiologi Universitas Padjajaran (Unpad), Panji Fortuna Hadisoematro/Net

Libur panjang di akhir bulan Oktober ini menjadi salah satu kesempatan masyarakat berlibur dengan keluarga. Namun, di tengah pandemi Covid-19 yang masih membayangi, hal itu harus dipikir ulang kembali.


Pasalnya, ada resiko peningkatan penularan virus corona di tempat wisata. Meski setiap daerah mewanti-wanti untuk menahan berlibur, akan tetapi hasrat masyarakat untuk pergi ke tempat wisata tak bisa terelakan setelah pandemi ini mengurung masyarakat selama berbulan-bulan.

Pakar Epidemiologi Universitas Padjajaran (Unpad), Panji Fortuna Hadisoematro menyarankan masyarakat yang hendak berlibur untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah. Hal itu untuk meminimalisir penularan Covid-19.

"Akan ada peningkatan resiko penularan kasus di tempat wisata, karena Covid-19 ditularkan melalui penularan langsung jarak dekat atau berkerumun saat berlibur," kata Panji, dalam acara Bincang Sehat yang diselenggarakan RMOL Network dengan tajuk "Cegah Klaster Baru Libur Panjang", Rabu (28/10).

Masyarakat kata Panji, harus bisa mengukur resiko tempat wisata yang akan didatangi, menghindari kerumunun, dan juga menjaga jarak hal yang harus diutamakan. Panji menyarankan masyarakat memilih berlibur di waktu yang sepi.

"Pilih waktu sepi jangan pas libur panjang jika ingin tetap liburan," jelasnya.

Dia juga meminta kepada pengelola dan pemerintah daerah untuk bekerjasama dalam membuat aturan yang ketat kepada masyarakat di tempat wisata. Misalnya membatasi pengunjung atau memperketat protokol kesehatan.

"Pengelola bertanggung jawab memastikan protokol, memastikan pengunjung menggunakan masker, jaga jarak. Pihak pengelola jangan membuat acara kerumunan, membatasi jumlah pengunjung, menyediakan fasilitas protokol kesehatan," pungkasnya.