Hutan Lindung Cikole Dikotori LaLaLa Fest

RMOLJabar. Hutan lindung Cikole Lembang Kabupaten Bandung Barat yang semestinya terbebas dari hiruk pikuk manusia dikotori gelaran konser musik LaLaLa Fest di Orchid Forest Cikole Lembang, Sabtu (23/2).


Warga sekitar berinisiatif membersihkan sampah plastik yang bertebaran di hamparan hutan pinus itu secara swadaya. Sampah berupa kemasan plastik minuman, makanan dan jas hujan plastik tampak bertebaran di berbagai sudut.

Sumarni (34) salah seorang warga Cikole mengaku tumpukan sampah bertebaran di dilokasi parkir Orchid Forest.

Ia bersama pedagang tradisional dan juru parkir bernisiatif menggelar operasi semut sebelum warung buka.

"Penyelenggaranya nggak tanggung jawab, pagi setelah acara sampah numpuk dimana-mana. Pedagang dan juru parkir semua berinisiatif membersihkannya," ungkap dia, Senin (25/2).

Menurutnya, penyelenggara kurang profesional dalam menggelar acara konser musik di alam terbuka. Seharusnya mereka memanajemen dengan baik mulai persiapan hingga pasca acara.

"Udah kita nggak boleh dagang, malah kebagian kotornya saja," cetus salah seorang pedagang.

Sementara itu, Toni (41) warga Cikole mengeluh pada saat acara digelar lalu lintas pusat kota Lembang hingga tempat digelarnya acara macet total.

"Saya dari Bandung mau pulang sampai 2 jam. Macet mulai dari Ledeng," katanya.

Ia berharap, kedepan gelaran konser musik tidak lagi digelar di Orchid Forest jika panitia dan pengelola Orchid Forest belum siap dengan mengatur membludaknya penonton.

"Sudah jangan lagi lah, sudah tau tidak ada lahan untuk parkir. Ditambah kan itu hutan lindung, bikin kotor saja," tandasnya.

Catatan RMOLJabar, gelaran Lalala Fest sendiri menuai cibiran dari netizen. Keluhan muncul karena minimnya petugas yang mengatur lalu lintas penonton yang membludak, kurangnya tempat sampah hingga kualitas sound system yang buruk. [gan]