IDI: Disuntik Vaksin Tak Otomatis Bebas Covid-19, Perlu Sebulan Tubuh Membentuk Kekebalan

Prof Zubair Djoerban/Repro
Prof Zubair Djoerban/Repro

Fakta baru diungkapkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan IDI, Prof. Zubairi Djoerban. Ia mengungkapkan bila terjadi kesalah fahaman di kalangan publik soal dampak vaksin Covid-19.


Fakta baru diungkapkan oleh Ketua Dewan Pertimbangan IDI, Prof. Zubairi Djoerban. Ia mengungkapkan bila terjadi kesalah fahaman di kalangan publik soal dampak vaksin Covid-19.

Prof. Zubair menngungkap, ada isu yang menyebut vaksin justru jadi salah satu penyebab seseorang terjangkit virus yang lebih ganas dari Covid-19. Menurutnya isu tersebut menyesatkan.

Ia menjelaskan, memang di Israel terjadi kasus ratusan orang yang dapat suntikan vaksin kemudian malah terjangkit virus Covid-19.

Berdasarkan hasil penelitian yang diterima IDI, terungkap fakta bila seorang yang mendapat vaksin tidak langsung memiliki imunitas terhadap virus Covid-19.

“Perlu waktu sekitar satu bulan seorang yang mendapat suntikan vaksin untuk tubuhnya membangun kekebalan terhadap virus Covidd-19,” kata Prof. Zubair dalam acara Webinar yang digelar JMSI dengan tema “Bersatu Melawan Covid-19”, Senin (8/2).

Oleh karena itu ia mengimbau bagi warga yang telah mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan tetap waspada terhadap terhadap penyebab-penyebab terular oleh virus asal China tersebut.

Lebih lanjut, Prof Zubair mengajak semua publik untuk tidak mudah percaya terhadap isu-isu negatif soal dampak vaksin Covid-19 agar tak menimbulkan sosial distrust.

Terlepas dari kekhawatiran tersebut, ia  juga mengabarkan, bila IDI menemukan fakta menggembirakan soal persepsi positif masyarakat soal pentingnya mendapatkan vaksin Covid-19.

“Kalau dulu banyak yang takut di vaksin, sekarang  semakin banyak yang bertanya kapan mendapat filiran di vaksin,”pungkasnya.