Imbas Lonjakan Harga BBM, Tarif Angkutan Umum Naik 15 Persen

Ilustrasi Angkutan Umum/Net
Ilustrasi Angkutan Umum/Net

Menyusul kenaikan harga BBM, tarif angkutan umum di Kabupaten Bekasi juga naik sebesar 15 persen.


Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bekasi, Yaya Ropandi mengatakan, usulan kenaikan tarif angkutan umum itu berdasarkan masukan dari pengusaha dan dinamika masyarakat.

"Naiknya 15 persen untuk angkot se-Kabupaten Bekasi. Ada sekitar 600 angkot yang beroperasi di Kabupaten Bekasi," katanya, Senin (5/9).

Dia mengatakan, kenaikan harga BBM ini memberatkan pengusaha dan sopir angkutan umum. Karena pengeluaran untuk membeli BBM akan semakin membengkak, termasuk untuk suku cadang. 

"Terasa pengeluarannya, terutama beli BBM naik, belum lagi nanti suku cadang dan lainnya," ucapnya.

Yaya mengatakan, DPC Organda Kabupaten Bekasi sudah mengirimkan surat ke Penjabat Bupati Bekasi soal penolakan kenaikan harga BBM. Surat tersebut bernomor : 15/DPC OGD/BKS/IX/2022 tertanggal 3 September 2022.

"Saat ini sedang dibahas soal penyesuaian tarif angkutan umum di Dinas Perhubungan," bebernya.

Perlu diketahui, harga BBM naik sejak Sabtu (3/9) kemarin. Untuk BBM jenis Pertalite semula Rp7.650 per liter menjadi Rp10.00 per liter. Solar subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter kemudian Pertamax non subsidi dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.