Imbau Mahasiswa Dan Buruh Jangan Demo, PMII Sebut Ridwan Kamil Otoriter

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat menghadiri aksi mahasiswa dan buruh di depan Gedung Sate/RMOLJabar
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat menghadiri aksi mahasiswa dan buruh di depan Gedung Sate/RMOLJabar

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dinilai kontra produktif terhadap isi UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Pasalnya, mantan Wali Kota Bandung itu mengimbau seluruh buruh dan mahasiswa tidak melangsungkan aksi unjuk rasa terkait penolakan Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).


Hal itu disampaikan Ketua Eksternal PKC PMII Jabar, Budi Burhanudin kepada redaksi Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (27/10).

"Kami sangat menyayangkan sikap Gubernur Jawa Barat yang berani bertindak otoriter, tidak mengedepankan asas-asas demokrasi dan monokrasi di Indonesia. Padahal menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi oleh undang-undang, ko seorang gubernur berani melanggar UU?" kata Budi.

Budi menilai, para mahasiswa secara naluriah peka terhadap realitas sosial. Sangat wajar jika sampai hari ini mahasiswa masih melakukan gerakan ekstra parlementer demi kepentingan rakyat.

Beberapa waktu ke belakang, lanjut Budi, Ridwan Kamil pada 8 Oktober 2020 memanfaatkan momentum untuk mengahdiri para demonstran di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Di tengah massa aksi dan guyuran hujan, Emil, sapaan akrabnya, tegas menolak Omnibus Law Ciptaker. Semangat Emil saat itu sama dengan semangat massa aksi dalam penolakan Omnibus Law Ciptaker.

"Ko hari ini seperti setuju dengan Omnibus Law Cipta Kerja?, apakah Kang Emil bermain dua kaki demi elektabilitas sebagai Gubernur Jawa Barat? Kan perlu dipertanyakan posisinya hari ini," ujar Budi.

Seharusnya, lanjut Budi, Emil serius membela kepentingan rakyat Jabar. Misalnya membuat tim khusus untuk melakukan judicial review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Bagaimana Jabar kondusif jika gubernurnya hanya bisa mengelabui rakyat demi elektabilitasnya sebagai Gubernur Jawa Barat. Apakah Kang Emil sudah persiapan untuk pilpres 2024?" tandasnya.

Sebelumnya, Emil mengimbau para mahasiswa dan serikat buruh untuk tidak lagi melakukan aksi unjuk rasa terkait Omnibus Law Ciptaker.

Dirinya menyarakan, agar semua aspirasinya disampaikan melalui jalur hukum yakni uji materi ke MK.

"Saya imbau kepada mahasiswa, buruh, jangan ada demo-demo lagi sekarang. Salurkan semua aspirasinya kepada saluran hukum yang disediakan yaitu uji materi di MK atau mengiringi pembahasan," ucap Emil, Senin (26/10).