Imbau Masyarakat Patuhi Prokes di Tempat Wisata, Kadisparbud Jabar: Varian Baru Sudah Sampai Korea

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik/Net
Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik/Net

Masyarakat Jawa Barat diimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (Prokes) ketat dengan menerapkan pola 5M saat berwisata. Hal tersebut penting untuk mencegah penularan virus corona.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Dedi Taufik mengatakan, saat ini kembali muncul varian baru Covid 19. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat jangan abai prokes saat berwisata.

"Varian baru sudah sampe Korea, harus hati-hari. Fokusnya kita wisata domestik dulu," ucap Dedi pada acara Focus Grup Discussion dengan Tema Berwisata Aman Kala Pandemi hasil kerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 via Zoom Meeting, Selasa (7/8).

Dedi mengatakan, salah satu langkah untuk mewaspadai hal tersebut pihaknya gencar melakukan testing, tracing di tempat-tempat wisata dengan melakukan tes antigen.

Selain tracing, lanjut Dedi, vaksin harus gencar dilakukan di tempat wisata. Salah satu rencana yang terbaru adalah menyiapkan 3 ribu vaksin di Saung Angklung Udjo.

"Jangan kendor tempat wisata kita support untuk antigen agar siap berwisata. Tapi perlu juga 3 T, testing, tracing, treatment. Kuncinya perlu dibangun kesepakatan bersama untuk mencapai wisata aman ini," jelasnya.

Disamping itu, Pemprov Jabar juga fokus memberikan bantuan pada pelaku industri wisata yang terdampak pandemi Covid-19 sebagai bagian dari stimulus ekonomi. Penjaringan investasi Jabar Selatan akan ditawarkan sebagai bagian dari program.

Ia berharap, dalam aplikasi peduli lindungi bisa masuk informasi wisata ini. Agar, bisa membuat strategi bagaimana wisata aman. 

"Pemanfaatan teknologi, terkoneksi, agar terintegrasikan orang  berwisata aman," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Asita Jabar, Budi Ardiansjah mengatakan, setelah setahun pandemi terjadi pelaku wisata mulai membuat berbagai program untuk bertahan. Dari mulai staycation, pay now stay letter, hingga menggenjot wisata lokal.

Akhir 2020, pariwisata sudah mulai dibuka dengan strategi. Tapi, wisatawan dari mancanegara tak terlalu banyak karena hanya beberapa negara yang membolehkan ke Indonesia. Beberapa negara, menempatkan Indonesia di zona sedang.

Di sisi lain, pariwisata domestik menjadi andalan gerakan wisata di Indonesia. Karena, nilainya mencapai Rp 305,7 triliun perolehan wisata domestik pada 2019.

Hal ini, merupakan pasar besar agar pariwisata bisa berjalan. Wisata domestik, menjadi harapan walaupun banyak kendala terutama terkait persyaratan perjalanan yang masih susah. 

"Fenomena yang harus diwaspadai euforia. Prokes harus tetap dilaksanakan. Pengawasan Satgas harus dilakukan ketat. Hindari kegiatan berbentuk festival," tandasnya.