Indeks Demokrasi Jabar Masih Urutan 9, Kesbangpol Targetkan Naik Ke Urutan Tiga Di Tahun 2023

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat, Iip Hidayat/RMOLJabar
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat, Iip Hidayat/RMOLJabar

Indeks Demokrasi Jawa Barat masih belum menggembirakan. Saat ini Jawa barat masih diurutan ke-9 dari 33 provinsi dalam hasil survei Indeks Demokrasi Indonesia (IDI).


"Rating Satu (1) masih berada di tempati Provinsi DKI Jakarta, kedua Jawa Timur, lanjut DIY, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Aceh, Sulawesi Utara, Lampung, yang terakhir baru Jabar," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat, Iip Hidayat di Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (24/11).

Menurutnya, indeks demokrasi erat kaitannya dengan hasil kinerja gubernur di suatu provinsi. Idealnya,kata Iip, urutan indeks demokrasi berbanding lurus dengan jumlah penduduk  Jawa Barat yang saat ini paling banyak dibanding semua provinsi yang ada di Indonesia.

"Karena IDI merupakan indikator kinerja utama Gubernur maka rating IDI identik dengan hasil kinerja Gubernur di suatu daerah," terangnya.

"Dari IDI ini terlihat bagaimana sinergisitas antara eksekutif dan legislatif dalam melahirkan beberapa kebijakan dan peraturan daerah," lanjut Iip.

Oleh karena itu, ia bertekad meningkatkan indeks demokrasi Jawa Barat di masa-masa yang akan datang. Iip menargetkan, Jawa Barat ada di urutan 3 pada tahun depan.

Kegiatan ini digagas BP Perda DPRD Jabar dan Bakesbangpol. Bertujuan melihat salah satu indikator IDI.

Hadir sebagai peserta dari dalam dan luar negeri. Khususnya dari beberapa kedutaan seperti Kedubes Swedia, Canada, Australia, dan dari Universitas Padjajaran.(Ozzi Amedeo)