Indonesia Di Tengah Ancaman Konflik Horizontal dan Vertikal: Evaluasi Dan Introspeksi

Unjuk rasa masyarakat di Indonesia/Net
Unjuk rasa masyarakat di Indonesia/Net

PROF Dr Aswanto, SH, M.Si., DFM pernah berujar, keberadaan teknologi informasi menjadi salah satu spirit zaman, dan orang yang mengabaikan spirit zaman akan digilas oleh zaman.

Sistem transaksi telah mengalami perubahan serta berkembang dengan pesat akibat munculnya teknologi.

Tahun 2020 menjadi sangat istimewa dengan adanya pandemi Covid-19, setidaknya istimewa adalah sebuah alternatif untuk mengungkapkan im feeling grateful for today sebagai rentetan dampak dari pandemi.

Adanya pembatasan sosial dan ketegasan yang diamanatkan sesuai UU Protokol Kesehatan di era pandemi maupun surat edaran yang berlaku untuk bagaimana masyarakat tertib terhadap aturan-aturan tersebut akan memberikan efek yang positif untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Namun dalam keadaan sekarang ini tentunya kita perlu berhati-hati seperti halnya dalam kendali atau keberadaan negara di tengah perlindungan data pribadi harus terjamin.

Karena aktivitas ekonomi masyarakat kini sudah bergeser memasuki babak baru, yakni dengan berbasis online. 

Secara tersirat hak atas privasi harus dijalankan dengan tegas sesuai hukum yang mengacu pada Pasal 31 tentang Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor/Pojk.02/2018.

Secara umum penegak hukum salah satunya adalah Kepolisian Republik Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan hak privasi, dan memproteksi dari kendali cyber crime dan cyber security guna mereduksi cyber risk.

Karenanya hal itu akan berpengaruh pada perlindungan yang mengarah pada pengayoman dan pelayanan publik. 

Selain itu, kita selaku warga negara harus memastikan kinerja aparat negara dalam melindungi hak-hak masyarakat dengan hak-haknya.

Digitalisasi merupakan jawaban untuk mempermudah kinerja aparat negara untuk melakukan pemetaan atau pendeteksian terhadap kejahatan siber. 

Pada akhirnya keberadaan digitialisasi sangat mempengaruhi perkembangan informasi. 

Dan informasi tersebut memiliki arti dan peranan yang sangat krusial. 

Sebagai contoh institusi kepolisian kini sedang mengamankan tindak terorisme yang berada di Papua dari kendali organisasi-organisasi anonim seperti Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

Hal tersebut patut diapresiasi seiring dengan amanah UU No.9 Tahun 2003 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. 

Peran krusial ketika berbicara megenai kejahatan digital bukan hanya saja pemerintah, namun kehadiran dan eksistensi kepolisian yang memiliki peran memilihara stabilitas dan recovery keadaan atau situasi yang berkembang saat ini. 

Tentunya kerja-kerja tersebut membutuhkan banyak sekali elemen yang harus disinergikan agar keamanan, kenyamanan, dan pelayanan dapat berjalan dengan baik. 

Dengan dinamika dan konstalasi yang sangat cepat berkembang di masyarakat, tentunya antisipasi lembaga negara seperti institusi Kepolisian sangat diperlukan. 

Tidak hanya pendekatan dan penegakkan formalitas yuridis melalui UU ITE, khususnya yang berkaitan dengan ujaran kebencian di media sosial, atau berkembangnya isu-isu yang bermotif, dan maraknya hoaks. 

Sejauh yang dirasakan kita semua perlu mengapresiasi kerja-kerja maksimal yang telah dilakukan Kepolisian dalam mendeteksi bahkan mencegah hal tersebut dalam 100 hari terakhir.

Apa yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dirasa sudah sangat maksimal. 

Aksi-aksi yang diberikan pun berdasarkan kebijakan yang dikeluarkannya merupakan sebuah ikhtiar baik untuk bangsa dan negara. 

Mengingat bahwa legitimasi dan optimalisasi fungsi demokrasi melalui lembaga-lembaga formal menjadikan dasarnya untuk memiliki kepercayaan di mata rakyat. 

Hal tersebut senada dengan visi dan misinya bahwa sekelas intitusi tinggi negara seperi Polri harus memiliki nilai-nilai profesional dan independen yang berlandasakan pada asas kemanusiaan dan keadilan, fungsi mengayomi serta melayani publik secara maksimal tanpa memandang latar.

Koordinator Angkatan Muda Pegiat Sosial DKI Jakarta