Indonesia Harus Tangani Corona Dengan Cara Sendiri

Setiap negara punya kondisi berbeda dengan permsalahan berbeda. Baik dari kondisi sosial ekonomi, kondisi geografis, kondisi demografis, kapasitas penguasaan teknologi maupun sarana prasaran kesehatan. Sehingga penanganan pandemi virus corona baru atau covid-19 tidak bisa sama.


Demikian disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, HE Umar Hadi, dalam acara Webinar yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Kamis (18/6).

“Setiap negara harus punya cara penangan sendiri. Tak bisa asal jiplak,” katanya.

Menurutnya, di Korea Selatan rapid test tak dipakai untuk menemukan kasus corona. Pemerintah Negeri Ginseng itu hanya menggunakan polymerase chain reaction (PCR).

Hadi menjelaskan, penggunaan swab test dengan metode PCR di Korea Selatan berhasil karena didukung oleh sarana dan prasarana yang mumpuni. Baik jumlah dan kapasitas laboratoriumnya, skill para petugas dan peralatan dengan teknologi terbaru.

“Hasilnya bisa di ketahui dalam 3 jam, dan dikirim via email” ujarnya.

“Kalau di kita kan dulu lama, bisa sampai seminggu,” tukasnya.

Terlepas dari itu Hadi tetap optimis pemerintah Indonesia akan mampu menangani pandemi corona di Tanah air. Pasalnya, tak seperti awal ditemukan kasus covid di tanah air, saat ini saran dan prasaran penangan corona di Indonesia sudah jauh lebih baik.

Dia mencontohkan, jumlah dan kapasitas laboratorium di tanah air sudah jauh lebih banyak sehingga pengambilan sampel corona akan lebih cepat. Pada gilirannya, lanjut Hadi, hal itu akan memudahkan pemerintah mengetahui peta sebaran corona dan memudahkan pencegahan penyebaran virus dan pengalokasian sumber daya untuk menangani pandemi dengan lebih efektif.

Di Indoesia pun, Hadi berpandangan bila penanganan penyebaran virus corona sebaiknya disesuaikan dengan situasi masing-masing daerah.

“ Begitu pun di daerah-daerah di Indonesia. Gak bisa pukul rata disesuai kan dengan kondisi sosial ekonomi dan level teknologinya,” ujarnya.

Meski menyesuaikan kondisi, Hadi menggarisbawahi, pentingnya  Dinas-dinas Kesehatan di tiap kabupaten mneerapkan prosedur yang benar dengan konsisten.