Ini 2 Langkah Asidewi Dalam Mengembangkan Desa Wisata Di Jabar

Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Jawa Barat telah menyiapkan beberapa langkah dalam mendorong program Desa Wisata yang digulirkan Pemprov Jabar. Adapun langkah yang akan ditempuh adalah rekayasa sosial dan rekayasa fisik.


 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asidewi Jawa Barat, Maulidan Isbar menyebut, pihaknya akan mengutamakan rekayasa sosial agar masyarakat siap dengan konsep pembangunan, karena Desa Wisata merupakan community based tourism. Sementara rekayasa fisik atau infrastruktur, bisa berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan.

"Poin kami melaksanakan rekayasa sosial. Kami bisa terlibat memberi pelatihan, inkubasi, dan lain sebagainya," ucap Maulidan, ditemui usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Jawa Barat Periode 2020-2024, di Gedung Sate, Bandung, Kamis (30/01).

Sementara itu, Ketua Umum Asidewi Andi Yuwono menilai konsep tersebut harus komprehensif dan memenuhi unsur ABCGM (akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan media) dalam Pentahelix.

"Pariwisata tidak bisa parsial. Support Pentahelix diperlukan, semua (akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan media) adalah mitra strategis mengembangkan desa," ucap Andi.

Menurutnya, pembangunan kepariwisataan harus memperhatikan posisi, potensi, dan peran masyarakat baik sebagai subjek, pelaku, maupun penerima manfaat pengembangan karena dukungan masyarakat turut menentukan keberhasilan jangka panjang pengembangan kepariwisataan.

Adapun dukungan masyarakat dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran masyarakat akan arti penting pengembangan kepariwisataan. Untuk itu, dibutuhkan proses dan pengkondisian untuk mewujudkan masyarakat yang sadar wisata.

"Masyarakat yang sadar wisata akan dapat memahami dan mengaktualisasikan nilai- nilai penting yang terkandung dalam Sapta Pesona," tandasnya.