Ini Spesimen Surat Suara Pilbup Karawang 2020

Spesimen atau sampel surat suara untuk Pilbup Karawang/RMOLJabar
Spesimen atau sampel surat suara untuk Pilbup Karawang/RMOLJabar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang tengah bersiap memproduksi surat suara untuk Pilbup Karawang. Spesimen atau sampel surat suara telah siap untuk disosialisasikan kepada masyarakat. 


Dalam sampel surat suara Pilbup Kabupaten Karawang 2020, dapat terlihat dari jumlah pasangan nomor urut 1, Yesi Karya Lianti - Ahmad  Adly Fayruz tampil dengan nuansa merah putih. Yesi nampak mengenakan kemeja putih dengan jilbab warna merah. Tampak serasi, Adly mengenakan kemeja putih berkerah. 

Sementara pasagan nomor 2, Cellica Nurrachadiana - Aep Syaefulloh mengenakan dress dan jilbab warna biru. Sedangkan pendampingnya, Aep Syaepuloh mengenakan kemeja putih dengan aksen biru. 

Adapun pasangan nomor 3, Ahmad Zamakhsyari dan Yusni Rinzani kompak mengenakan setelan warna putih. Bedanya, Jimmy memakai kopiah hitam, sedangkan Yusni mengenakan kerudung krem. 

Komisioner Divisi Teknis KPU Karawang, Kasum Sunjaya mengatakan, sampel surat suara itu telah disepakati ketiga kandidat. Alhasil, desain surat suara ini yang akan dicetak KPU pusat sebagai logistik Pilbup Karawang 2020. 

"Spesimen ini telah disepakati. Namun, ada sedikit edit di foto. Misalnya kecerahan atau saturasinya," ungkap Kasum Sunjaya, Senin (19/10).

Menurut Kasum, untuk pelaksanaan nanti, akan dikirim sekira 1.684.577 surat suara ke Karawang. Jumlah itu terdiri dari jumlah daftar pemillih tetap sebanyak 1.643.490 lembar ditambah 2,5 persen atau 41,087 lembar untuk cadangan. 

"Soal tambahan sekitar 2,5 persen itu bisa digunakan apabila ada surat suara yang rusak atau untuk pemilih yang masuk DPK (Daftar Pemilih Khusus)" ujarnya. 

Kasum juga menjelaskan, kebijakan itu sudah diatur dalam Pasal 350 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Disebutkan bahwa jumlah surat suara di setiap TPS menyesuaikan dengan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTB), dan ditambah dua persen," pungkasnya.