Irawati Hermawan Luncurkan Macro Economic and Statistic Center (MESC)

Irawati Hermawan/Net
Irawati Hermawan/Net

Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran, Irawati Hermawan, meluncurkan Macro Economic and Statistic (MESC) Center di lingkungan IKA Unpad.


Dimuat  Kantor Berita Politik RMOL, pendiri dan Managing Partner Kantor Hukum Hermawan Juniarto ini mengatakan, peluncuran MESC sengaja dilakukan bersamaan dengan Hari Statistik Nasional yang jatuh pada tanggal 26 September.

Irawati yang baru terpilih sebagai pemimpin IKA Unpad melalui Musyawaran Besar X yang diselenggarakan pada 13 September lalu mengatakan, Komite Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad akan menjadi leading sector MESC. Alumni FEB angkatan 1998 Ihsan Haerudin telah ditetapkan sebagai ketua MESC.

“Diharapkan MESC dapat menjadi semacam think thank dan dapur penelitian yang dapat memberikan sumbangan besar secara nasional,” ujar Irawati Hermawan yang juga merupakan equity partner konsultan bisnis kelas dunia Deloitte Touche Tohmatsu, Ltd.

Hari Statistik Nasional berawal dari permintaan Perserikatan Bangsa Bangsa agar semua anggota organisasi internasional itu melaksanakan sensus penduduk secara serentak menggunakan metode statistik yang akurat dan presisi.

Pemerintah Indonesia menerima permintaan PBB tersebut dengan menerbitkan UU 6/1960 tentang Sensus yang ditandatangani Presiden Sukarno pada 24 September 1960.

UU 6/1960 itu menggantikan produk hukum kolonial Belanda, Volkstelling Ordonnantie 1930 (Staatsblad 1930 No.128) yang hanya mengatur sensus penduduk. Hal ini dinilai tidak lagi sesuai dengan keadaan dan kemajuan-kemajuan yang cepat yang dicapai oleh Indonesia pada masa itu.

UU 6/1960 itu juga diterbitkan sebagai payung hukum menyusul rencana menggelar Sensus Penduduk yang akan dilaksanakan pada tahun 1960 atau 1961.

Rencana sensus tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia No. 26 P.M./1958, tanggal 16 Januari 1958. Di dalam SK Perdana Menteri itu Biro Pusat Statistik diperintahkan untuk menyelenggarakan pekerjaan persiapan sensus penduduk dimaksud.

Walau UU 6/1960 ditandatangani pada tanggal 24 September 1960, namun tanggal 26 September lah yang dipilih sebagai Hari Statistik Nasional (HSN).

Pada laman Badan Pusat Statistik (BPS) disebutkan bahwa perayaan HSN mempunyai makna untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya statistik, meningkatkan peran serta masyarakat dalam statistik dan mendorong para pelaku statistik untuk terus melakukan kegiatan statistik sesuai kaidah yang berlaku.