Ironi Dibalik Terlampauinya Target Dana Haji Yang Dikelola BPKH

Ace Hasan Syadzily/Ist
Ace Hasan Syadzily/Ist

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, mengatakan bahwa dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) hingga semester I tahun 2022 telah mencapai target.


"Hingga semester I tahun ini sudah 156 T, dan itu lebih dari target yang ditetapkan, mudah- mudahan penyelenggaraan dan pelayanan ibadah haji kedepan bisa semakin baik," ujar pria yang kerap disapa Kang Ace saat kegiatan Sapa Haji Provinsi Jawa Barat Tahun 2022 Angkatan I di Hotel Grand Sunshine Resort Soreang Bandung, Sabtu (12/11).

Ironisnya, kata Kang Ace, disaat dana haji yang dikelola BPKH melampaui target, daftar tunggu haji justru semakin panjang. 

Kang Ace menjelaskan daftar tunggu jamaah haji reguler di Indonesia sudah sangat panjang karena saat ini sudah ada 5.073.767 calon jamaah haji yang ngantri dapat giliran berangkat. Belum lagi, ungkapnya, masih ada 97.701 jamaah haji khusus yang berstatus waiting list.

Antrian makin panjang karena pada periode 1sebelumnya pemerintah hanya memberangkatkan 99.887 dari 100.051 kuota yang di berikan oleh pemerintah Arab Saudi.

Politisi Golkar itu pun meminta Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskannya pada masyarakat.

“Menurut evaluasi kami Kemenag harus memberikan penjelasan kepada publik terkait kuota yang tidak terpenuhi dari 100.051 kuota dimana yang bisa dipenuhi hanya 99.887 jamaah yang berangkat,” ucap Kang Ace yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tersebut.

Kemenag, kata alumni Pondok Pesantren Cipasung ini, harus memberikan penjelasan kuota yang tidak terpenuhi, dari 100.051 kuota, terpenuhi 99.887 jamaah yang berangkat. Termasuk pelayanan di Masyair yang dirasa tidak seperti yang diharapkan.

 “Pelayanan di Masyair, walaupun terjadi peningkatan (layanan) namun ini tidak sebanding dengan biaya yang diberikan,” jelas Kang Ace.

Menurut Kang Ace, sisa anggaran dari penyelenggaraan haji masih besar yakni Rp. 546 miliar. Kemenag juga harus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi haji, yaitu bagaimana produk-produk Indonesia betul-betul bisa dimanfaatkan bagi jamaah haji Indonesia juga.

“Jadi jangan sampai misalnya sayur-sayuran dari Thailand, kemudian Ikan Patin dari Thailand, beras dari Vietnam. Jadi ini harus ada komitmen politik kita untuk mendorong agar haji ini kembali ke kita juga," pungkasnya.