Ironi Kabupaten Karawang, Pengangguran Dan Kemiskinan Masih Tinggi Di Daerah Industri 

Ihsanudin Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat/Ist
Ihsanudin Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat/Ist

Sangatlah ironi jika angka pengangguran dan kemiskinan masih tinggi di Kabupaten Karawang. Pasalnya, Karawang dikenal dengan daerah industri dan pertanian.


Begitu dikatakan, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ihsanudin. Dirinya mengatakan bahwa anggaran APBD Kabupaten Karawang mencapai 4,7 triliun dan mempunyai pabrik sebanyak 1.586 PT.

"Ironis kalau sampai hari ini angka penganggurannya masih tinggi dan tingkat kemiskinannya juga cukup tinggi, mensinyalir sebelum wabah Covid-19 angka pengangguran di Kabupaten Karawang mencapai 180 ribuan. Angka sebanyak itu adalah lulusan sekolah," ungkapnya, Rabu (27/10).

Dia menjelaskan, potensi industri yang ada di Karawang selama ini tidak dibarengi interest yang cukup dari pemimpinnya. Karenanya ia berharap pemerintahan Karawang ke depan harus lebih serius menangani masalah pengangguran dan kemiskinan yang masih tinggi.

Dirinya mengapresiasi visi misi pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Ahmad Jamakhsary dan Yusni Rinzani yang punya visi lebih jelas untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Karawang.

"Saya apresiasi konsepnya Kang Jimmy-Teh Yusni yang akan menyiapkan 30-50 miliar dari APBD untuk perusahaan dengan kewajiban mengadopsi semua lulusan sekolah di Kabupaten Karawang," jelasnya.

Legislator asal dapil Karawang dan Purwakarta ini menegaskan bahwa masalah pengangguran dan kemiskinan harus menjadi konsern semua pihak. Karena pengangguran merupakan kondisi yang memprihatinkan dan dapat membahayakan perekonomian, maka harus dilakukan pencegahan atau paling tidak mengurangi angka pengangguran yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan kerjasama pemerintah, lembaga terkait, pengusaha, instansi dan masyarakat.

"Munculnya sumber daya mesin yang semakin canggih dari tahun ke tahun, kebijakan pemerintah dan hal lain yang pasti akan mempengaruhi besarnya angka pengangguran. Setiap waktu harus diperbaharui agar selalu update dengan keadaan kenyataan yang ada," tegasnya.

Anggota Dewan asal Karawang ini mengungkapkan, ada beberapa pedoman bagaimana mengatasi angka pengangguran yang semakin tahun semakin besar jumlahnya. 

"Yaitu lain membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, meningkatkan peredaran modal usaha, menempatkan pencari kerja ke tempat yang sesuai kemampuan, serta melatih para pencari kerja untuk memiliki jiwa entrepreneur atau membuka usaha sendiri," pungkasnya.