Istri Almarhum Munir Minta Aparat Dalami Kematian Pollycarpus

Istri aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir, Suciwati/Net
Istri aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir, Suciwati/Net

Istri aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir, Suciwati dan Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) menyampaikan turut berduka cita atas kematian mantan terpidana kasus pembunuhan Munir, Pollycarpus Budihari Prijanto.


Namun, ada pesan khusus dari istri Munir itu atas kematian Pollycarpus. Dia meminta kematian mantan pilot yang disebut gara-gara terinfeksi corona itu diselidiki secara mendalam oleh aparat yang berwenang.

"Kami menilai meninggalnya Pollycarpus perlu diselidiki oleh otoritas yang berwenang tentang sebab dan musabab meninggalnya," ujar Suciwati seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (18/10).

Karena, kata Suciwati, sebagai pelaku lapangan, Pollycarpus diyakini memiliki banyak informasi terkait kasus pembunuhan terhadap suaminya itu.

"Terutama informasi tentang atasan yang memerintahkan dia," katanya.

Sehingga, Suciwati bersama KASUM berharap dilakukannya penyelidikan lebih lanjut secara objektif dan terbuka atas kematian Pollycarpus.

"Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kecurigaan-kecurigaan terkait meninggalnya Polycarpus," pungkasnya.

Dalam kasus kematian Munir, Pollycarpus divonis 14 tahun penjara karena dinyatakan terbukti bersalah pada 7 September 2004. Setelah menjalani masa tahanan 8 tahun di Lapas Sukamiskin, dia dinyatakan bebas bersyarat sejak 28 November 2014 dan bebas murni pada 29 Agustus 2018.