Jabar Hanya Punya 1000 Puskesmas Untuk 50 Juta Penduduk

Puskesmas di Garut Jawa Barat/RMOLJabar
Puskesmas di Garut Jawa Barat/RMOLJabar

Pandemi Covid-19 mengajarkan semua pihak untuk intens memperkuat infrastruktur kesehatan. Mulai dari rumah sakit sampai Puskesmas. Saat ini, Provinsi Jawa Barat masih membutuhkan sekitar 7.000 Puskesmas dan 25 rumah sakit supaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat Jabar semakin prima.


Demikian paparan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meresmikan  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asih Husada Langensari Kota Banjar via konferensi video di Kabupaten Bekasi, Selasa (23/2).

"Jabar hanya punya sekitar 1.000 puskesmas untuk 50 juta. Jika merujuk pada standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) seperti Thailand, kita masih butuh 7.000 puskesmas," katanya, mantan Walikota Bandung yang akrab dipanggil Emil itu.

Oleh karena itu, ujar Emil, RSUD Asih Husada Langensari diharapkan dapat membuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kota Banjar semakin baik dan berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat.

"Dalam pelayanan pembangunan kepada masyarakat dari Indeks Pembangunan Manusia ada tiga, yaitu pendidikan, daya beli, dan kesehatan. Dengan hadirnya RSUD Asih Husada Langensari, semoga menjadikan Kota Banjar sebagai kota dengan pelayanan kesehatan terbaik di Jabar," ungkapnya.

Emil juga menyinggung penanganan Covid-19 di Kota Banjar. Ia mengatakan bahwa berdasarkan level kewaspadaan periode 8 sampai 14 Februari 2021, Kota Banjar masuk zona kuning.

Selain itu, per 11 Februari 2021, tidak ada desa/kelurahan di Kota Banjar yang berstatus zona merah. Dari 25 desa/kelurahan, 9 desa/kelurahan berstatus zona hijau, 16 desa/kelurahan masuk zona kuning.

"Saya titip PPKM diteruskan sampai 8 Maret. Karena PPKM dilaksanakan serentak sehingga dampaknya sangat baik terhadap pengendalian Covid-19 di Jabar," tandasnya.