Jadi Cawapres Prabowo atau Ganjar, Ridwan Kamil Bisa Berikan Kontribusi Kemenangan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil/Ist
Gubernur Jabar Ridwan Kamil/Ist

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi tokoh yang akan memberikan kontribusi kemenangan jika diusung sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2024.


Hasil survei CiGMark mengungkap bahwa Ridwan Kamil akan memberikan kontribusi kemenangan jika dipasangkan dengan Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Karim Suryadi mengatakan, kapasitas Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar mempunyai modal kompetensi yang tak terbantahkan.

"Dengan atau tanpa survei, kontribusi Ridwan Kamil bagi pasangannya mudah dibaca. Selain kapasitas, Ridwan Kamil memiliki popularitas yang bagus, dan elektabilitas yang tinggi," kata Prof Karim, Rabu (6/7).

Prof Karim menilai, keberhasilan Jabar mengatasi pandemi dan mendorong pemulihan ekonomi adalah prestasi Ridwan Kamil yang bisa ditransformasi menjadi modal politik. 

"Jangankan untuk wapres. Bahkan, untuk jabatan presiden pun Ridwan Kamil punya kapasitas. Sayangnya Ridwan Kamil tidak memiliki partai politik, dan lebih disayangkan lagi karena tiket untuk capres seperti sudah diborong oleh petinggi parpol," katanya.

Masalahnya lanjut Prof Karim, tiket pencapresan seperti sudah digenggam oleh parpol. Jika parpol berambisi ikut kontestasi dan memaksakan pimpinannya maju, peluang munculnya tokoh di luar struktur partai kian kecil. 

Ridwan Kamil yang digadang-gadang sebagai unggulan Cawapres bukan berarti kapasitasnya yang tidak memadai untuk menjadi Capres. Akan tetapi, tapi lebih karena keterbatasan akses pada tiket capres.

"Harapan kita pilpres sebagai ajang penyegaran politik nasional juga  makin tipis," tuturnya.

Mengomentari hasil survei CigMark dimana Ridwan Kamil diposisikan sebagai wakil Prabowo, unggul dari pasangan lainnya, dengan elektabilitas 37,7 persen dinilai Karim merupakan perpaduan yang tepat.

"Dalam pandangan saya, adalah perjudian politik yang berbahaya jika mereka yang tidak memiliki pengalaman menangani urusan publik maju sebagai capres atau cawapres," katanya.

"Sederhananya, jika calon berasal dari militer ia harus memiliki pengalaman menduduki jabatan tertinggi, setidak-tidaknya berpengalaman menangani urusan pertahanan dalam lingkup nasional. Kalau datang dari sipil, ia memiliki pengalaman menangani urusan publik setidaknya selevel provinsi," pungkasnya.

Survei CiGMark bertajuk Peta Dukungan Calon Presiden 2024 yang dilakukan terhadap 1.200 orang responden berusia di atas 15 tahun yang berada dari 34 provinsi pada periode 9-17 Juni 2022

Dalam simulasi yang dilakukan CiGMark, duet Prabowo-Ridwan Kamil mampu meraih elektabilitas sebesar 40,6 persen, sedangkan pasangan Ganjar-Anies masih stagnan di 37,9 persen.

Sementara jika simulasi pasangan Ganjar-Ridwan Kamil, duet ini tercatat mampu meraih dukungan 42,7 persen. Mengungguli pasangan Prabowo-Anies yang hanya sebesar 37 persen.

Dalam survei yang sama ketika responden diberikan pertanyaan terbuka (top of mind) calon presiden, ada 5 nama yang paling menonjol  yaitu Ganjar Pranowo 14,1 persen, Prabowo Subianto 11,7 persen, Anies Baswedan 9,5 persen, Joko Widodo  4,7 persen serta Ridwan Kamil 4,0 persen. Sementara, sebanyak 48,8 persen belum mempunyai pilihan. 

Sedangkan untuk Top Of Mind Cawapres nama yang paling menonjol adalah Sandiaga Uno 7,7 persen, Ridwan Kamil 6,2 persen serta Anies Baswedan 4,9 persen.