Jadi Saksi Aa Umbara, Kadisperindag KBB Bantah Beri Uang Karena Promosi Jabatan

Bupati Bandung Barat nonaftif, Aa Umbara Sutisna/Net
Bupati Bandung Barat nonaftif, Aa Umbara Sutisna/Net

Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung menghadirkan sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat.


Mereka dihadirkan sebagai saksi untuk tersangka Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna. 

Para saksi yang hadir yakni Ricky Riyadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB, Imam Santoso, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dan Ahmad Kresna serta Alan Sandria dari pihak swasta.

Majelis Hakim mencecar Ricky Riyadi dengan pertanyaan berkaitan pemberian uang sejumlah Rp17,5 ke Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara.

Diduga, pemberian uang dilakukan berkaitan dengan mutasi dan promosi jabatan. Pemberian uang dilakukan dalam tiga kali tahapan.

Ricky mengaku jika pemberian uang tersebut merupakan inisiatifnya sendiri. Ia pun tidak dijanjikan apapun meski sudah memberikan sejumlah uang.

"Ada nggak kata tegas dari terdakwa meminta uang dan dijanjikan sesuatu?," tanya hakim Lindawati dalam sidang, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Rabu (8/9).

"Tidak ada," kata Ricky.

Ricky mengungkapkan, setiap ingin memberikan uang tersebut selalu menyerahkan melalui ajudan Aa Umbara. Ia mengklaim uang tersebut berasal dari kantong pribadinya.

"(Setelah memberi uang) saya tidak lapor Bupati," katanya.

Merespons pernyataan tersebut, hakim pun kemudian menanyakan soal imbalan kepada Aa Umbara seusai dirinya diangkat menjadi kepala dinas.

"Saudara diangkat kadis apakah pernah beri imbalan ke bupati?," kata hakim.

"Tidak," jawab Ricky.