Jalani Vaksinasi, Sekda Kota Bandung Akui Takut Lihat Jarum Suntik

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna/RMOLJabar
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna/RMOLJabar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna telah menjalani vaksinasi Covid-19 sebagaimana telah dijadwalkan Dinas Kesehatan. Proses vaksinasi pun diakuinya berjalan dengan lancar. 


"Alhamdulilah saya mengucapkan puji syukur kepada allah swt, saya dengan pimpinan di sini ada Kapolrestabes melaksanakan vaksinasi," kata Ema di RSKIA Kota Bandung, Kamis (14/01).

Sebelum disuntik vaksin, ungkap Ema, dirinya telah menempuh standar prosedur vaksinasi Covid-19. Menurutnya, tidak ada kendala yang dihadapi hingga standar proses vaksinasinasi selesai dilaksanakan.

"Saya tadi pada saat proses sama dengan pak komandan, kita banyak ditanya terutama dalam hal medis, misalnya saya punya penyakit ABC dsb, terutama hipertensi, saya nyatakan bahwa saya tidak dalam kondisi seperti itu, dan alhamdulilah sampai proses vaksinasi berjalan," ungkapnya.

"Alhamdulilah selama 30 menit sesuai dengan standar yang telah ditentukan sampai saat ini saya tidak merasakan hal-hal yang apapun, kekurangan apapun suhu badan normal, pegal tidak terasa, dan hal-hal lain yang berkurang," imbuhnya.

Sebagai bukti telah menjalani proses vaksinasi, Ema pun mendapat sertifikat vaksin. Proses vaksinasi sendiri akan dilaksanakan dua kali, dan, dirinya harus kembali disuntik vaksin dua minggu setelah proses vaksinasi pertama.

"Sebagai bukti Alhamdulilah hari ini saya telah menerima sertifikat vaksin, di dalamnya dinyatakan bahwa di sini saya harus disuntik dua kali yang kedua akan dilaksanakan 28 Januari, insyaAllah, kalau bisa saya kembali lagi ke tempat ini dalam kondisi yang lebih baik," tambahnya. 

Saat disuntik vaksin Covid-19, Ema menyatakan dirinya tidak mengalami rasa sakit yang berarti. Meski begitu, dirinya mengaku sempat merasa takut saat melihat ukuran jarum suntik vaksin.

"Kalau reaksi saya tidak merasakan apa-apa, disuntik ya wajarlah, nama juga jarus masuk ada rasa sakit, itu normal, rasa takut ada, liat jarumnya aja lebih gede," tuturnya.

Ditegaskan Ema, dirinya tidak meragukan keamanan dari vaksin yang disuntikkan ke tubuhnya. Hal tersebut karena telah ada jaminan keamanan dari instansi yang berkompeten.

"Tidak khawatir, tadi kan dikatakan dari sisi keamanan BPOM sudah memberikan garansi, dari aspek kehalalanMUI sudah memberikan fatwa kita percaya kepada para ahli ini," tandasnya.