Jalankan PPKM Darurat, Manajemen BIP Beri Izin Operasional 50 Gerai

Mall Director BIP Kota Bandung, Didie Mardibah/RMOLJabar
Mall Director BIP Kota Bandung, Didie Mardibah/RMOLJabar

Manajemen Bandung Indah Plaza (BIP) memastikan telah meliburkan karyawan dan menutup sejumlah gerai yang dilarang beroperasi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pada 3 hingga 20 Juli 2021.


Mall Director BIP Kota Bandung, Didie Mardibah menerangkan, dari total 6.000 gerai di BIP, saat ini hanya 50 saja yang beroperasi selama dilaksanakannya PPKM Darurat. Selain itu, pihaknya juga membatasi jam operasional gerai-gerai tersebut.

"Kalau yang tenan sih totalnya 6.000 an, yang beroperasi sekitar 40 sampai 50 ga banyak, dan rata-rata yang bawah saja, yang atas kita tutup. Operasinya sampai pukul 19.00 WIB," kata Didie, ditemui di area BIP, Jl. Merdeka, Kota Bandung, Sabtu (3/7).

Dari puluhan gerai yang beroperasi, ungkap Didie, mayoritas merupakan gerai-gerai yang diperbolehkan buka sesuai aturan PPKM Darurat, seperti penyedia kebutuhan pokok, obat-obatan, dan makanan cepat saji.

"Yang masih beroperasi tiga kategori pertama supermarket, kedua toko obat, ketiga makanan yang hanya bisa take away. Kita tetap mengikuti Prokes, pintu utama kita tutup tapi kita ada jalur alternatif dari parkiran di bawah," imbuhnya.‎‎

Hingga saat ini, Didie mengaku belum mendapatkan keluhan baik dari karyawan maupun gerai yang ditutup akibat PPKM Darurat. Ia meyakini, karyawan dan pihak yang gerainya ditutup telah memahami kebijakan tersebut.

"Keluhan tidak ada, mereka mengerti karena ini kan policy dari pemerintah untuk mengurangi Covid-19 ini," ujarnya.

Di samping itu, Didie memastikan belum ada karyawan BIP maupun mereka yang bekerja di gerai-gerai tersebut terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat adanya PPKM Darurat.

"Mereka diliburkan selama dua minggu ini, belum sampai ke situ (PHK), ini kan sementara," imbuhnya.‎

Kendati demikian, Didie berharap, PPKM Darurat dapat berjalan maksimal dan tidak diperpanjang. Sehingga, para penyewa dan karyawan dapat kembali beroperasi untuk menggeliatkan perekonomian.‎

‎"Sampai tanggal 20 Juli, harapannya setelah itu bisa turun, jadi ekonomi bisa bergerak kembali," harapnya.‎