Jatuh Bangun Perhotelan Di Tengah Pandemi

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Lesunya bidang perhotelan di tengah pandemi Covid-19 membuat sektor perekonomian dan pariwisata ikut merosot. Kini upaya para pelaku bidang perhotelan memanfaatkan digital platfrom untuk mensosialisasikan protokol yang diterapkan.


Menanggapi hal tersebut, Anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PRHI) Divisi promosi dan humas, Abi Kuswanto memaparkan, pihaknya kini memanfaatkan media sosial untuk mempublikasikan keamanan dan protokol kesehatan di hotel. Hal tersebut dilakukan untuk mendatangkan wisatawan dengan memberikan kepercayaan.

Selain itu, ia mengingatkan bagi pelaku usaha perhotelan jangan hanya berdiam diri. Pelaku usaha jangan hanya mendatangkan wisatawan saja, namun harus diiringi perhatian mengenai protokol kesehatan ketika wisatawan datang.

"Makanya, upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah juga PHRI untuk memperketat protokol kesehatan itu pasti dikerjakan," ujarnya, Senin (21/9).

Abi mengatakan, beberapa waktu lalu di Pangandaran dilakukan pengecekan protokol kesehatan di hotel-hotel. Jika ada hotel atau pelaku usaha yang memang tidak menerapkan protokol kesehatan meraka akan dicabut izin untuk operasinya.

"Kami membangun kepercayaan ke dinas pariwisata dan wisatawan bahwasanya hotel memiliki protokol yang sangat ketat," kata Abi.

Selain itu, Abi menambahkan, pihaknya melakukan kerja sama dengan Satpol PP. Perannya yakni, dengan mengingatkan tentang Pergub 60 Tahun 2020 dengan surat edaran bupati terkait Covid-19. Kewajiban masker, cuci tangan kemudian jaga jarak.

"Kami menggunakan Satpol PP untuk memberikan edukasi para wisatawan yang memang belum ngeuh tentang pentingnya 3M yang tadi," tukasnya.