Jika Mandiri Dalam Bidang Ekonomi, Kelak NU Bisa Tentukan Arah Negara

Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Musa/RMOL
Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Musa/RMOL

Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadikan Muktamar ke-34 sebagai momentum untuk mewujudkan kemandirian organisasi dalam bidang ekonomi agar kelak bisa menentukan arah negara.


Seruan itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa dalam Webinar Pra Muktamar dengan Tema “Proyeksi Kemandiran NU Menuju Abad ke-2”, Kamis (25/11). Acara itu diselenggarakan oleh Sterring Comitte bidang Komisi Program.

Menurut sosok yang karib disapa Cak Ali ini, program utama NU saat ini adalah menciptakan kemandirian ekonomi. Ia meyakini, jika ekonomi organisasi dengan jumlah anggota lebih dari 100 juta orang ini kuat, maka secara otomatis NU akan menjadi penopang utama ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut mantan Anggota BPK ini menjelaskan, beberapa program yang perlu dijalankan untuk melahirkan kemandirian ekonomi NU diantaranya adalah harus memiliki badan hukum ekonomi.

Menurut Cak Ali badan hukum ekonomi itu harus dikembangkan dengan sistem tersentralisasi di pusat, namun operasionalisasinya sampai di tingkat Wilayah, Cabang, MWC, dan Ranting.

"Badan hukum ekonomi itu dalam bentuk NU Incorporation atau Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama’ (BUMNU) yang meliputi produksi, trading ekspor-impor, dan ritel dibidang kebutuhan pokok, manufaktur dan pengelolaan sumber daya alam," demikian masukan Ali Masykur Musa.

Selanjutnya Ali Masykur Musa berpendapat, karena mayoritas warga NU adalah petani dan nelayan di desa, NU harus mempunyai program untuk mempersiapkan para petani dan nelayan agar mempunyai nilai tukar yang tinggi.

Dengan implementasi program itu, para nelayan dan petani yang sebagian besar nahdliyin akan mendapat proteksi sejak dari hulu sampai hilir. Bentuk proteksi bisa permodalan, produksi, distribusi dan harga, serta mendapatkan jaminan asuransi.

"Petani dan nelayan harus menjadi subjek ekonomi yang berhak menikmati relasi pembangunan ekonomi di negeri ini," terang mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Cak Ali mengatakan, era digital adalah suatu keniscayaan. Atas dasar itu, pedagang UMKM yang mayoritas menjadi profesi warga NU harus disiapkan menjadi pedagang handal yang menguasai e-Commerce and market place.

"Sehingga mampu berperan dalam sistem ekonomi digital, termasuk dibidang pasar modal," saran Cak Ali.

Ia pun mengajak generasi penerus NU memiliki jiwa pengusaha. Kata Cak Ali, hanya dengan cara ini saat NU memasuki seratus tahun kedua akan menjadi organisasi sosial keagamaan yang solid.

"Saya yakin NU akan menjadi organisasi penentu Negara dan Bangsa Indonesia, pungkas Ketua Umum ISNU," demikian keyakinan Cak Ali.