Jual Anak Dibawa Umur, Pria Paruh Baya Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka JT menyesali perbuatanya/RMOLJabar
Tersangka JT menyesali perbuatanya/RMOLJabar

Satreskrim Polres Cirebon Kota, mengamankan seorang pria paruh baya berinisial JT (50), lantaran menjual anak dibawa umur untuk dijadikan pekerja sex komersial.


Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar menjelaskan, penangkapan JT, atas laporan masyarakat adanya tempat kos di daerah Pilang yang dijadikan tempat prostitusi terselubung. JT memanfaatkan kan anak dibawa umur yang masih berusia 14 tahun, untuk melayani pria hidung Jelang.

"Kami melakukan penangkapan, karena JT telah melakukan tindak pidana prostitusi di sebuah tempat kos di daerah Pulang. JT mempunyai dua anak dibawah umur yang di pekerjaan sebagai penjara sex," ucapnya Senin (3/10).

Di saat bersamaan Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Perida Apriani Sisera menambahkan pelaku mucikari atas nama JT ini sering mempekerjakan anak-anak di bawah umur. Dari pengakuannya, sudah dua bulan melakukan aksi nya, dengan bayaraan Rp500rb - 800rb.

"Pengakuannya sudah dua bulan, tapi kami akan mengalami kasus ini, apakah ada yang terlibat lagi. Saat ini, baru dua korban yang terungkap di pekerjaan oleh JT," paparnya.

Dari hasil prostitusi tersebut, JT mendapat Rp200rb dan korban mendapatkan Rp300rb. Selain itu, JT mempromosikan prostitusi nya dengan menawarkan kepada orang yang dikenal, dengan pembayaran langsung di kamar.

"Ada satu korban yang memang sudah komunikasi rutin dengan tersangka jadi dari korban itu dia mencari lagi teman-temannya yang memang bersedia juga untuk dipekerjakan. JT juga khusus menyediakan kamar kos, untuk melayani para tamu," ujarnya.

Pihak kepolisian juga menyita beberapa barang bukti seperti, uang pecahan Rp100 ribuan, HP merk Vivo kartu kunci kamar nomor 16, dompet warna hitam termasuk juga satu buah tisu magic power.

Kepada tersangka di kenakan pasal 88 junto 76 I atau pasal 88 junto 76 F, undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan,l.

Kedua undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 297 KUHP dan atau pasal dan atau pasal 297 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.