Kadin Jabar Akan Jadi Dirigen Pelaku UMKM Lebarkan Sayap Produk Usahanya Go Nasional Dan Internasional

Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara/Net
Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara/Net

Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat (Kadin Jabar) akan menjadi dirigen dan kolaborator dalam pengembangan sektor usaha dan insdustri khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu dilihat dari geliat Kadin Jabar untuk melakukan Nota Kesepahaman atau MoU dengan Kadin dan Pemerintah Daerah di luar Jawa Barat.


Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara mengatakan, produk usaha atau UMKM yang ada di Jawa Barat harus mulai menggeliat melebarkan sayapnya ke berbagai daerah di Indonesia, terlebih bisa melebarkan produk usahanya go Internasional.

"Kita ini selalu jadi jagoan lokal, makannya beberapa waktu yang akan datang kita akan MoU minimal di tingkat domestik di luar Jawa Barat. Kita akan MoU dengan Gorontalo, NTB, Bali, Sumatera Utara, dan Papua Barat dalam rangka bisnis matching, yaitu bagaimana UMKM kita itu bisa go ekspor, tapi sekarang domestik dulu," kata Cucu saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJabar, beberapa waktu yang lalu.

Kadin Jabar hari ini lanjut Cucu, bukan hanya melakukan pembinaan dari mulai produksi, manajemen keuangan, ataupun permodalan kepada para pelaku industri atau pelaku usaha, tetapi menyiapkan digital marketing agar produk-produk unggulan Jabar bisa go Internasional. Bahkan, Kadin Jabar sudah melakukan MoU dengan PT Telkom dalam rangka menyiapkan pelaku UMKM yang melek informasi dan digital.

"Kita sekarang sudah membuat data base atau big data, sehingga kita akan melakukan digitalisasi marketing. Jadi Kadin harus menjadi dirigen dan kolaborator untuk kepentingan market," tegasnya.

Untuk menyempurnakan tugas besar itu, Kadin Jabar sedang mempersiapkan kantor-kantor pemasaran di setiap provinsi, agar produk-produk unggulan Jabar tidak hanya menang di kandang sendiri, tapi market produk itu ada di berbagai daerah.

Apalagi kata Cucu, pandemi Covid-19 yang saat ini masih mengancam pertumbuhan ekonomi, bisa dihadapi dengan inovasi dan kreativitas dari para pelaku UMKM untuk tetap bertahan dengan syarat harus menguasai digitalisasi.

"Ternyata produk jabar banyak dibutuhkan. Mulai dari kerajinan tangan, produk agro juga, kuliner dan fashion, Jadi target kita adalah tumbuh kembangnya UMKM dapat dirasakan. Kita tahu masa pandemi cukup terdampak, tapi jika kita paham bahwa UMKM akan tetap bertahan terutama mereka yang menguasai informasi," pungkasnya.