Kang DS Gelar Rakor, Bahas Keselamatan Warga Pinggiran Rel KA

Bupati Bandung Pimpin Rakor/Pemkab Bandung
Bupati Bandung Pimpin Rakor/Pemkab Bandung

Menyikapi kecelakaan yang menimpa Sahrul Mubarok (6) di perlintasan kereta api Rancaekek pada Minggu (1/5) lalu, Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta jajarannya menggelar.


Rakor tersebut juga turut dihadiri Humas PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 – Bandung, Kuswardoyo dan Kasi Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Chris Dwi Heryanto.

Bupati Bandung Dadang Supriatna tak ingin kecelakaan yang menimpa Sahrul Mubarok (6) di perlintasan kereta api Rancaekek pada Minggu (1/5) lalu terulang lagi di masa yang akan datang. Dia memerintahkan jajarannya melakukan upaya pencegahan demi menjamin keselamatan warga yang berada di sekitar perlintasan jalur kereta api.

Hal itu terungkap saat sosok yang kerap disapa Kang DS itu menggelar rapat koordinasi (rakor) di rumah dinasnya di Soreang, Jum'at (13/5).

Dalam Rakor tersebut hadir Kasi Lalu Lintas Sarana dan Keselamatan, Balai Teknik Perkeretaapian, Kelas I, Wilayah Jawa Bagian Barat, Ditjen Perkeretaapian dan perwakilan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Fitri Antara.

"Saya tidak mau kecelakaan yang menimpa Sahrul Mubarok di perlintasan kereta api di Rancaekek beberapa pekan lalu terjadi lagi. Maka pada kesempatan ini, kami sengaja mengundang pihak-pihak terkait duduk bersama untuk mencari solusinya,” kata bupati

Dadang menyampaikan, terdapat beberapa kebijakan yang dihasilkan dalam rapat itu, antara lain pembangunan fasilitas perlintasan (overpass, underpass, sebidang), penutupan perlintasan sebidang selaras dengan kewenangan pembina jalan serta pembangunan barrier sepanjang jalur KA atau sterilisasi.

“Di sini kami mengetahui kewenangan masing-masing dalam upaya melakukan pengamanan di kawasan perlintasan kereta api. Mana yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi dan daerah,” jelas Kang DS sapaan akrab Bupati Bandung.

Selain mengeluarkan sejumlah kebijakan, pihaknya juga berencana melaksanakan langkah preventif berupa sosialisasi pada Juni mendatang.

“Kami berencana mengadakan kegiatan Gerakan Nasional bersama Direktorat Keselamatan Ditjen KA kemenhub, BTP, dan PT. KAI terkait penutupan perlintasan sebidang. Dari 5 titik yang sudah diinventory Dishub Kabupaten Bandung, nanti akan dipilih lokus yang sekiranya mudah ditangani dengan sosialisasi, konsolidasi, dan aksinya,” terang Kang DS.

Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Sarana dan Keselamatan, Balai Teknik Perkeretaapian, Kelas I, Wilayah Jawa Bagian Barat, Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Fitri Antara menyambut baik langkah yang diambil Bupati Bandung.

Ia menuturkan, pihaknya siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan Pemkab Bandung dalam peningkatan keselamatan warganya.

"Kita secara berkala, intens melakukan evaluasi pengamanan di kawasan lintasan jalur kereta api. Termasuk di lintasan Rancaekek dan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pemerintah daerah pun bisa mengusulkan penganggaran kepada pusat terkait pembangunan sarana pengamanan di lintasan kereta api di wilayahnya," ucap Fitri.

Sebelumnya, pada Kamis (12/5) bupati sempat menyambangi Sahrul yang merupakan korban kecelakaan di perlintasan kereta api Rancaekek.

Diketahui, Sahrul Mubarok terserempet kereta api ketika hendak mengikuti kakeknya Tohid (68) ke kebun. Karena kecelakaan tersebut, Sahrul harus kehilangan tempurung kepala bagian depan.